Regional
Warga Karawang Tolak Pembongkaran Jembatan Darurat KCIC
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Warga Kampung Parungnala Desa Tegallega, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang menolak pembongkaran jembatan darurat yang berada di daerah mereka akibat proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Penolakan itu disampaikan warga karena ada kabar PT Sinohydro atau salah satu perusahaan konstruksi yang ditunjuk PT KCIC dalam proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini akan membongkar jembatan darurat Parungnala.
Pembongkaran itu dilakukan dengan dalih untuk keperluan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung oleh PT KCIC. Namun, rencana tersebut nampaknya tak bisa diterima oleh warga sekitar.
Pasalnya, jembatan darurat yang membelah Sungai Citarum dan menjadi akses penghubung antara desa itu sangat bermanfaat untuk mobilitas warga disana. Jembatan darurat Parungnala yang membelah Sungai Citarum ini telah menjadi akses penghubung antara desa Tegalluar, Karawang dengan Purwakarta via Kecamatan Jatiluhur.
“Anak-anak kami bisa sekolah ke lokasi yang paling dekat, yakni Kecamatan Babakan Cikao atau Jatiluhur, Purwakarta. Kami juga bisa ke pasar di Purwakarta dan menjual hasil pertanian dengan mudah. Intinya, jembatan ini sangat membantu,” kata seorang warga Kampung Parungnala, Titin (56), Jumat (25/8/2023).
Disebutkan, jembatan tersebut dibangun sejak ada proyek pembangunan jalur kereta cepat. Namun, pada 17 Agustus 2023, warga menerima kabar kalau PT Sinohydro akan membongkar jembatan penghubung itu.
Ia mengaku kalau kabar itu cukup mengagetkan. Sehingga warga menolak rencana pembongkaran jembatan tersebut.
Pasalnya, sebelum ada jembatan tersebut warga Tegallega itu sangat terisolasi. Kalau mau ke Purwakarta, warga disana itu harus menyebrangi Sungai Citarum dengan menggunakan perahu menyusuri sungai Citarum.
“Tolong bantu kami. Kami sangat butuh jembatan ini. Jembatan ini jangan sampai dibongkar,” ujar Titin.
Sementara itu, Kepala Desa Tegallega, Kecamatan Ciampel, Endang Suhayat mengatakan, keberadaan jembatan ini menjadi pembuka keterisolasian warga Tegallega selama ini.
Bahkan, dari ada 3.500 jiwa penduduk di desanya, 90 persennya mengakses jembatan itu untuk ke Kabupaten Purwakarta, karena lebih dekat.
“Tujuannya macam-macam, ada yang sekolah, bekerja, berobat, ke pasar sampai menjual hasil bumi. Aksesnya melalui Jembatan Parungnala ini. Sebelum ada jembatan ini, itu kami terisolasi. Karena kemana-mana harus menggunakan perahu dengan menyeberangi Sungai Citarum,” ujar Endang.
Namun, pihak PT Sinohydro malah berencana membongkar jembatan ini. Padahal, bukan hanya membantu masyarakat jembatan tersebut juga masih diperlukan untuk keperluan pemeliharaan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung di wilaya Tegallega.
Atas dasar itu, pihaknya juga sudah melayangkan surat ke Pemkab Karawang supaya bisa membantu warga dalam memertahankan jembatan itu.
Dari Pemkab Karawang, sudah turun surat melalui Sekda Acep Jamhuri, jika jembatan itu harus dipertahankan. Namun, lanjut Endang, pihak PT Sinohydro kekeuh mau membongkar jembatan itu.
Sekda Karawang Acep Jamhuri, mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat yang ditujukan ke PT Sinohydro dan juga KCIC. Merujuk pada surat dari Kepala Desa Tegallega, jika warga desa itu sangat membutuhkan jembatan di Kampung Parungnala tersebut.
“Kami, atas nama pemerintah daerah meminta supaya jembatan itu tidak dibongkar. Karena sangat membantu mobilitas warga, untuk sekolah, bekerja dan lainnya,” kata Acep. (*)

You may like

Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, Fasilkom Unsika Gandeng Brits Hotel Karawang Melalui Program Magang

Tim Hukum Jabar Istimewa Beberkan Kronologi Kasus Si Nenek dan Perempuan Muda, Interval Visum Jadi Sorotan

Ketua DPRD Karawang Sebut Pembentukan Pansus Wujud Komitmen Perkuat Regulasi Daerah

Rapat Paripurna DPRD Karawang Agenda Penyampaian Nota Pengantar APBD, Bupati Tegaskan Penguatan SDM

NOEND Band Panaskan Laga Inggris vs Argentina di Nobar Juara Karawang, Ratusan Penonton Tumpah Ruah

Komisi III DPRD Karawang Tindak Lanjuti Dugaan Penutupan Drainase Penyebab Banjir
Pos-pos Terbaru
- Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, Fasilkom Unsika Gandeng Brits Hotel Karawang Melalui Program Magang
- Tim Hukum Jabar Istimewa Beberkan Kronologi Kasus Si Nenek dan Perempuan Muda, Interval Visum Jadi Sorotan
- Ketua DPRD Karawang Sebut Pembentukan Pansus Wujud Komitmen Perkuat Regulasi Daerah
- Rapat Paripurna DPRD Karawang Agenda Penyampaian Nota Pengantar APBD, Bupati Tegaskan Penguatan SDM
- NOEND Band Panaskan Laga Inggris vs Argentina di Nobar Juara Karawang, Ratusan Penonton Tumpah Ruah







