Regional
Volume Sampah di Garut Selama Ramadhan Meningkat, 10 Ton per Hari
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Akibat tingkat konsumsi warga yang tinggi, volume sampah selama bulan Ramadhan 2021 di Kabupaten Garut mengalami peningkatan. Peningkatan volume sampah yang terjadi selama Ramadhan 2021 rata-rata mencapai 10 ton per hari.
Untuk mengantisipasi agar tak terjadi penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS), Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut pun melakukan berbagai upaya.
“Sebagai pengelola sampah, Dinas LH tentu selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik agar tidak sampai terjadi penumpukan sampah di TPS-TPS. Sehingga kita pun melakukan beberapa solusi agar sampah bisa terangkut dan tak menimbulkan gangguan kenyaman bagi masyarakat,” ujar Uu.
Ia mengatakan, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan menambah jumlah rit pengangkutan sampah dari empat rit menjadi enam rit.
Para petugas pengangkut sampah yang jumlahnya mencapai 400 orang itu akan diminta untuk lebih mengefektifkan waktu pengangkutan sampah agar bisa dilakukan lebih banyak lagi.
Cara ini dinilai Uu cukup efektif guna mencegah terjadinya tumpukan sampah akibat terjadinya peningkatan volume sampah.
Apalagi dengan cara ini, pera petugas pun tak akan merasa dirugikan karena pemberian BBM atau upah angkut disesuaikan dengan jumlah rit pengangkutan.
Di sisi lain Uu mengakui masih adanya kendala akibat keterbatasan jumlah armada yang bisa digunakan untuk mengangkut sampah.
Diungkapkannya, dari 16 unit armada truk pengangkut sampah, saat ini baru 7 unit yang telah mengalami perbaikan atau peremajaan.
“Baru 7 unit yang telah mengalami perbaikan atau peremajaan dri 16 unit arnada yang ada saat ini. Rencananya, yang peremajaan 9 unit lagi dilakukan tahun ini tapi karena ada program epesiensi anggaran, maka diundur,” katanya.
Terkait pembuatan tempat penimbunan sampah (sanitary landfill) di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) Pasirbajing, diakui Uu hal itu tidak begitu berpengaruh terhadap pengurangan penumpukan sampah.
Sanitary landfill dibuat lebih ke tujuan mengatasi dampak negatif dari penumpukan sampah termasuk dampak polusi bagi masyarakat.
Dengan sistem sanitary landfill, tuturnya, sampah yang sudah ada di TPA bisa ditimbun sehingga tak ada lagi pencemaran baik udara, air, atau tanah yang terjadi dan mengganggu kenyamanan warga.
Begitu juga dengan kebakaran lahan yang selalu rutin terjadi akibat adanya pembakaran sampah yang dilakukan, dipastikan tak akan lagi terjadi.
Namun, tambah Uu, saat ini sanitary landfill yang dibangun di TPA Pasirbajing itu belum bisa digunakan secara maksimal akibat terganggu kondisi jalan yang belum memadai.
Ia berharap dalam waktu dekat perbaikan jalan untuk sarana pengangkut sampah di TPA Pasirbajing bisa dilaksanakan sehingga keberadaan sanitary landfill bisa dipergunakan secara maksimal.
“Saat ini, masih ada jalan yang belum terbangun sehingga kelancaran akses pengangkutan sampah ke lokasi sanitary landfill terganggu. Akan kita upayakan agar pada saat volume sampah tinggi, semuanya sudah siap digunakan,” ucap Uu.
Hal ini tentu harus diantisipasi dengan baik agar tak terjadi penumpukan di TPS-TPS.
Sumber: Pikiran-Rakyat.com


You may like

Ramadan 2026, PT Pindo Deli Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Bazar Minyak Goreng

Musyawarah Daerah DPD FK-PKBM Kabupaten Garut Berjalan Lancar dan Tertib

Dukung Asta Cita Ketahanan Pangan, Bupati Garut Resmikan Bantuan Cold Storage dari PLN UID Jabar Untuk Bumdes Motekar

Dispertan Garut Bangun Rumah Burung Hantu Untuk Kendalikan Serangan Hama Tikus di Sawah

Lima Orang Jamaah Haji Asal Garut Wafat di Tanah Suci

Geger Kasus Mutilasi dalam Karung di Garut, Pelaku Diduga ODGJ
Pos-pos Terbaru
- Lapas Karawang Gelar Apel Ikrar Bebas Narkoba, Pungli Dan HP Sekaligus Penyematan Kenaikan Pangkat
- Kasus Kematian Balita di Karawang Didalami, Polisi Siapkan Ekshumasi dan Periksa Saksi
- GEGAP GEMPITA! KORMI Palembang “Guncang” Launching Car Free Night ATMO, Aksi Engrang dan Sorak Memukau Ribuan Warga
- AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu
- Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama






