Connect with us

Regional

Viral, Anak Sopir Angkot Elang-Cicadas Bandung Jadi Polisi, Jadi Lulusan Terbaik

Published

on

INFOKA.ID – Beredar sebuah video memperlihatkan seorang ayah yang bekerja sebagai sopir angkot Elang-Cicadas, Kota Bandung, mengekspresikan rasa bangga akan anaknya lulus Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Gelombang I Tahun 2022 Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jabar.

Dalam video viral yang diunggah Youtube Polisi Jawa Barat, anak seorang sopir angkot di Bandung menjadi polisi diketahui keluar sebagai lulusan terbaik.

Sang ayah tidak menyangka anak seorang sopir angkot seperti dirinya bisa berhasil menjadi polisi.

Identitas sopir angkot tersebut tidak disebutkan dengan rinci. Dalam video yang beredar, terlihat ia mengenakan jas abu-abu gelap dipadu kemeja kotak-kotak dan kopiah hitam.

Sedangkan sang anak bernama Andi yang baru dilantik dan diambil sumpah sebagai Bintara Polri berpangkat Bripda.

Andi yang mengungkapkan rasa terima kasih kepada ayahnya dengan cara berlutut hingga sopir angkot tersebut memintanya kembali berdiri.

Di hadapan para personel Polri, sopir angkot tersebut turut memberi sambutan, dia juga menyampaikan petuah dan berbicara dengan terbata-bata karena saking bangganya sang anak bisa lulus.

“Mohon maaf pak, ini bicara kami ya mungkin campur aduk. Karena maklum pak, kami ini orang tua Andi sopir angkot jurusan Elang-Cadas (Cicadas). Kami ini merasa bangga sekali ternyata anak sopir angkot bisa jadi polisi. Bisa alhamdulillah,” kata sang ayah sambil memeluk anaknya Andi yang masih berdiri tegap di sebelah kiri.

Kemudian, sang ayah memeluk Andi yang masih berdiri dengan sikap sempurna sambil memegang buket bunga.

“Mudah-mudahan menjadi polisi yang baik. Mudah-mudahan doa kami sebagai orangtua, Anda itu sebagai polisi yang baik harus berpihak kepada masyarakat,” kata sopir angkot menasihati Andi.

Adapun salah satu nasihat sopir angkot tersebut kepada Andi justru mendapat sorak sorai yang sangat meriah dari para personel Polri yang menyaksikan dan membuat mereka kagum hingga bertepuk tangan.

Ia menasihati Andi agar bekerja dengan ikhlas mengabdi kepada masyarakat dan jangan hanya mengincar kekayaan dari pekerjaan sebagai polisi.

“Kalo memang pengin memperkaya diri jangan jadi polisi. Mudah-mudahan pengabdian kami ke masyarakat harus bener-bener,” ucapnya.

“Kalo pengen kaya jangan jadi polisi, jadi pengusaha, betul Pak? Karena kita pengayom masyarakat,” tuturnya menambahkan.

Diketahui, Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana melantik dan mengambil sumpah 569 Bintara Polri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jabar, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (7/7/2022).

Kepada para polisi muda yang resmi menyandang pangka Brigadir Polisi Dua (Bripda) itu, Kapolda Jabar berpesan agar mereka menjadi polisi humanis dan menghormati hak asasi manusia (HAM).

Selain pelantikan dan pengambilan sumpah, Kapolda Jabar menutup Diktukba Polri Gelombang I Tahun 2022 di SPN Polda Jabar.

Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana mengatakan, pendidikan dan pelatihan pembentukan Bintara dan Tamtama Polri gelombang I tahun anggaran 2022 diselenggarakan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Pusat Pendidikan Brigade Mobil (Pusdik Brimob), Pusat Pendidikan Polisi Air (Pusdik Polair) Lemdiklat Polri, dan 29 SPN polda.

“Jumlah siswa Diktukba Polri Reguler Tahun 2022 di SPN Polda Jabar berjumlah 569 orang,” kata Kapolda Jabar.

Irjen Pol Suntana menyatakan, dengan berakhirnya program pendidikan pembentukan ini, maka Polda Jabar telah menghasilkan 12.240 personel Polri, terdiri atas 11.936 Polisi lakil- laki dan 304 Polisi wanita.

“Jumlah tersebut terbagi ke dalam 9.997 Bintara Polri tugas umum, 497 Bintara Brimob,1.606 Tamtama Brimob, dan 140 Tamtama Polair,” ujar Irjen Pol Suntana.

Dengan penambahan Personel Polri ini, tutur Kapolda Jabar, diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi Polri ke depan dan semakin meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam menjaga dan memelihara keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menegakkan hukum, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

“Saat ini adalah era demokratisasi. Alam demos dan cratos di mana kekuasaan di tangan rakyat dan rakyat, adalah pemegang kekuasaan tertinggi di negeri ini. Untuk itu Polri bukan sekadar dituntut mendapatkan kepercayaan dari rakyat (public trust), tetapi lebih dari itu, tingkat kepercayaan rakyat harus tinggi kepada polisi (public confidence),” tutur Kapolda Jabar.

Polri, kata Irjen Pol Suntana, harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) sebagai alat dan kekuatan utama yang unggul, kreatif dan inovatif sebagai petugas yang humanis dan menghormati HAM, menghindari perbuatan tercela, dan tindakan yang menyakiti hati rakyat.

“Pegang teguh dan amalkan nilai-nilai Tribrata serta Catur Prasetya dalam setiap langkah pengabdian sebagai insan Bhayangkara. Jaga nama baik Polri dan junjung tinggi panji-panji Tribrata.” ucap Irjen Pol Suntana. (*)