Regional
Unsika Sambut 161 Mahasiswa Baru Program Pascasarjana, Ada dari Pengusaha hingga Bupati Karawang
Published
9 bulan agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyambut sebanyak 161 mahasiswa pascasarjana tahun akademik 2025/2026 di Aula Syekh Quro Unsika, Selasa malam (5/8).
Rektor Unsika, Prof. Dr. Ade Maman Suherman, Rektor Unsika, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., menyebut ratusan mahasiswa pascasarjana ini terdiri dari 8 program studi (prodi).
Kehadiran mereka, kata Maman, menambah warna baru di lingkungan civitas akademika Unsika, sebab berasal dari beragam usia dan profesi.
Mulai dari pimpinan perusahaan, pengusaha, pejabat legislatif hingga Bupati Karawang, Aep Syaepuloh.
“Itu sebenarnya keuntungan plus bagi kita. Jadi orang ketemu Pak Bupati itu gampang. Kalau di kantor kan susah banyak protokolnya gitu. Ya tapi artinya dalam arti lain kita menikmati bahwa warna kehidupan itu tidak monoton gitu, karena di sini kalau mahasiswa itu memang cair gitu,” papar Rektor.
“Dan juga berbagai profesi itu sudah mewarnai tersendiri gitu kan, jadi kita bisa melihat sesuatu itu dari berbagai perspektif sehingga kita bisa lebih komprehensif dalam melihat atau menilai sesuatu seperti itu,” lanjutnya.
Banyaknya sosok pembesar dari beragam latar belakang di Unsika, ia harapkan bisa membawa manfaat nyata dalam memajukan dunia pendidikan di Karawang.
“Kawan-kawan yang sinergi itu dari berbagai profesi untuk bisa bersinergi dan juga bisa bekerja sama antara instansi, antara institusi untuk kemajuan kita khususnya Karawang dan Unsika,” tandasnya.
Adapun Bupati Aep saat ini terdaftar sebagai mahasiswa pascasarjana Program Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).
“Saya pikir saya yang paling tua, ternyata ada juga yang lebih tua,” ucap Aep usai kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru Pascasarjana Unsika di Aula Syekh Quro Unsika, Selasa malam (5/8).
Langkah yang ia ambil, menurutnya berangkat dari kesadaran bahwa proses belajar tidak pernah selesai. Usia, kata dia, bukanlah halangan untuk terus belajar.
Hal itu terbukti saat ia melihat banyak mahasiswa pascasarjana beragam usia dan profesi. Ada yang dari kalangan pengusaha, pimpinan perusahaan hingga pejabat legislatif.
“Ilmu itu tidak melihat tua atau muda. Yang penting ada kemauan,” ujarnya. (*)

You may like

Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC

Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS

Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan

Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang

Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern

12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Singaperbangsa Karawang
Pos-pos Terbaru
- Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern







