Connect with us

Regional

Uang Setoran Arisan di Karawang Rp 800 Juta Dibawa Kabur

Published

on

KARAWANG – Seorang admin arisan berinisial SS warga Kecamatan Rengasdengklok diduga membawa kabur uang setoran arisan senilai Rp 800 juta.

Salah satu korban arisan, SFK (27) warga Rengasdengklok mengatakan jumlah korban berjumlah 26 orang yang tersebar di beberapa wilayah Jawa Barat.

“Saya menyetorkan senilai Rp 79 juta sedangkan rekan saya dari Purwakarta senilai Rp 181 juta,” kata SFK saat ditemui awak media di Polres Karawang, Jumat (9/6/2023).

SFK mengatakan ia dan rekannya ikut arisan 1 tahun lalu karena tergiur pendapatan yang menguntungkan.

“Jadi saya ikut arisan tergiur keuntungannya juga karena admin arisan ini teman dekat saya akhirnya saya ikut dan semakin percaya saat satu tahun awal itu benar ada keuntungan sekitar 10 hingga 15 persen dari setoran uang yang ditransfer,” katanya.

Sejak awal ikutan semua berjalan sesuai aturan dari arisan, hingga pada 29 April 2023, SFK dan rekannya ditawari oleh admin arisan untuk menambah nilai arisan. Lalu, setelah menambah uang arisan dengan total kurang lebih 250 juta keuntungannya tidak kunjung didapatkan dan admin arisan lalu memblokir komunikasi.

Lanjutnya, setelah satu tahun itu SFK ditawari untuk meningkatkan uang arisannya agar mendapatkan keuntungan yang menggiurkan.

“Jadi setelah satu tahun itu, saya ditawari lagi dengan keuntungan baru yang mendapatkan bisa tiga kali lipat, jadi ia mengarahkan untuk ikut slot arisan dengan nilai besar yang berjumlah puluhan juta rupiah, dan saya pun akhirnya ikut dan memborong slot arisan itu dengan total Rp 79 juta dan teman saya itu Rp 181 juta,” jelasnya.

Dikatakannya lagi, uang keuntungan dijanjikan ada 29 April lalu tapi akhirnya tidak kunjung ada transferan keuntungan dari admin, bahkan komunikasi diblokir.

“Terus katanya bakal ditransfer keuntungannya pada 29 April tapi tidak kunjung ditransfer bahkan kami berdua diblokir WA nya dan si admin ini hilang kontak,” bebernya.

Selain SFK dan rekannya, ada 26 korban lagi yang uangnya dibawa admin arisan tersebut.

“Jadi kami ada grup arisannya dan ada kurang lebih 26 orang dari berbagai daerah yang sama juga nasibnya dan totalnya itu sampai 800 juta,” tandasnya.

Atas peristiwa tersebut, SFK bersama korban lainnya melaporkan admin arisan tersebut ke Polres Karawang. (red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement