Regional
Terungkap Penculikan Mahasiswi Unsika yang Viral di Karawang, Ternyata Hanya Sandiwara
Published
5 tahun agoon
By
admin
KARAWANG – Terlilit hutang dan melunasi biaya kuliah, seorang mahas berinisial SAD (24) warga Kabupaten Bekasi nekad berpura pura diculik dan meminta uang tebusan sebesar Rp 60 juta kepada orang tuanya sendiri.
Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama melalui Kasat Reskrim, AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan, tindakan SAD terungkap setelah dilakukan pemeriksaan terhadapnya. Dia terpaksa berpura-pura diculik dan minta tebusan Rp 60 juta, karena terlilit hutang serta melunasi pembayaran uang kuliah.
“Pelaku melakukan rekayasa mulai dari video hingga chat berisikan ancaman kepada orang tuanya sendiri. Setelah dilaksanakan pemeriksaan terhadap SAD diketahui bahwa kejadian penculikan yang terjadi (28-29/1/2021) hanyalah pura-pura, supaya orang tuanya memberikan uang untuk melunasi hutang dan biaya kuliah,” kata Oliestha kepada wartawan, kemarin (30/1/2021).
Menurut Oliestha, pengungkapan ini berawal pada Jumat (29/1/2021), pukul 13.00 WIB, SAD ijin kepada orangtuanya berangkat ke Bank BRI Sukatani untuk memperbaiki M-Banking. Pada pukul 13.44 WIB, SAD menghubungi ibunya lewat whatsApp dan mengaku masih antri, kemudian pada pukul 15.45 WIB, ibunya kembali menghubungi SAD “kok belum pulang?”, namun dibaca saja.
Lanjut Oliestha, namun pada pukul 16.12 WIB, SAD mengirimkan video dirinya menangis dan meminta tolong. Setelah itu, kedua orang tua SAD langsung datang ke Bank BRI dan bertemu dengan satpam, menyebutkan bahwa Bank BRI sudah tutup dari jam 14.00 WIB. Setelah kejadian itu, mendatangi Polsek Sukatani untuk melaporkan bahwa anaknya hilang dan menduga ada yang menculik.
Hasil pengecekan dari Polsek Sukatani diketahui keberadaan Handphone Korban ada di Karawang. Pada pukul 17.27 WIB, Ayah SAD mendapat pesan dari SAD untuk berupa video serupa yang dikirim kepada Ibu Korban dan chat yang berisi tentang pengancaman dan meminta uang tebusan sebesar 60 juta.
Setelah kejadian tersebut, orang tua SAD mendatangi Polres Karawang untuk melaporkan kejadian ini. Setelah mendapat keterangan, SAD merupakan mahasiswi Unsika dan ngekos di Jalan Ronggo Waluyo, Desa PuseurJaya, Kecamatam Telukjambe Timur.
“Mendapat informasi tersebut, kami langsung melakukan cek ke kosan SAD dan melihat pintu dikunci. Kita terpaksa memanjat pagar untuk naik ke lantai 2 kamar SAD. Dan menemukan gantungan beberapa kunci tergeletak lalu membuka pintu dan menemukan SAD ada didalam kamar dengan posisi tergeletak dan masih bernapas. Kemudian SAD membawa ke Polres Karawang,” pungkasnya. (adv)

You may like

Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, Fasilkom Unsika Gandeng Brits Hotel Karawang Melalui Program Magang

Tim Hukum Jabar Istimewa Beberkan Kronologi Kasus Si Nenek dan Perempuan Muda, Interval Visum Jadi Sorotan

Ketua DPRD Karawang Sebut Pembentukan Pansus Wujud Komitmen Perkuat Regulasi Daerah

Rapat Paripurna DPRD Karawang Agenda Penyampaian Nota Pengantar APBD, Bupati Tegaskan Penguatan SDM

NOEND Band Panaskan Laga Inggris vs Argentina di Nobar Juara Karawang, Ratusan Penonton Tumpah Ruah

Komisi III DPRD Karawang Tindak Lanjuti Dugaan Penutupan Drainase Penyebab Banjir
Pos-pos Terbaru
- Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, Fasilkom Unsika Gandeng Brits Hotel Karawang Melalui Program Magang
- Tim Hukum Jabar Istimewa Beberkan Kronologi Kasus Si Nenek dan Perempuan Muda, Interval Visum Jadi Sorotan
- Ketua DPRD Karawang Sebut Pembentukan Pansus Wujud Komitmen Perkuat Regulasi Daerah
- Rapat Paripurna DPRD Karawang Agenda Penyampaian Nota Pengantar APBD, Bupati Tegaskan Penguatan SDM
- NOEND Band Panaskan Laga Inggris vs Argentina di Nobar Juara Karawang, Ratusan Penonton Tumpah Ruah







