Connect with us

Regional

Tanah Sedimen Sungai Citarum Ditata, Warga Batujaya Resah Kondisi Tanggul Rawan Jebol

Published

on

KARAWANG – Penataan tanah sedimen mulai dikerjakan oleh Pemerintah provinsi Jawa Barat turut melibatkan tenaga para prajurit TNI terjun langsung menuju ke sejumlah titik lokasi sekitar area bantaran tanggul hingga ke dasar aliaran sungai Citarum yang terletak di wilayah hilir utara Kabupaten Karawang.

Saat di lokasi, kehadiran prajurit TNI pada program kerja Citarum Harum tampak dibantu menggunakan sejumlah alat berat (becko) yang sengaja diterjunkan agar mempermudah pelaksanaan pekerjaan di loaksi.

Melalui program kerja Citarum Harum yang digiatkan oleh Pemprov jabar dalam rangka melaksanakan penataan terhadap kondisi bentuk tanah tanggul dan juga area lahan bantaran sungai Ciarum di titik area lokasi sekitar pemukiman penduduk Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang barat.

Selain itu, Program Citarum Harum dengan bentuk kegiatan serupa penataan tanah tanggul dan juga bantaran sungai Citarum juga dilaksanakan oleh Pemprov Jabar di sekitar area pemikiman penduduk Dusun Bengle, Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok.

Berdasarkan pantauan dari lokasi kegiatan, proses pelaksanaan penataan tanah aanggul dan bantaran sungai Citarum melalui program kerja Citarum Harum diketahui ternyata dapat menghasilkan ribuan ton tanah sedimen yang harus dibuang pmenggunakan sejumlah armada truk berkapasitas besar yang telah dipersiapkan oleh sejumlah pelaksana kegiatan melibatkan masyarakat setempat.

Diluar dari itu, ribuan ton tanah sedimen yang dihasilkan melalui pelaksanaan kegiatan penataan tanah bantaran tanggul sungai Citarum ternyata mulai diangkut oleh sejumlah armada truk berkapasitas besar untuk melaksanakan kegiatan pengurugan lahan tanah darat oleh sejumlah nama pengusaha setempat.

Sayangnya, proses pengiriman tanah sedimen untuk melaksanakan kegiatan pengurugan lahan tanah darat milik masyarakat yang diangkut menggunakan sejumlah armada truk dari titik lokasi kegiatan program kerja penataan tanah tanggul dan bantaran sungai Citarum memicu peningkatan aktifitas kendaraan besar di sepanjang jalan raya Tunggakjati menuju Rengasdengklok.

Selain itu, prosea pengiriman tanah sedimen menggunakan armada truk menuju lokasi pengurugan lahan tanah darat juga sempat menyebabkan jalan raya utama pada jalur Tunggakjati-Rengasdengklok-Tugu Rengasdengklok kotor dan berdebu akibat muatan tanah yang terjatuh dan tercecer di atas badan jalan.

Ditempat dan waktu terpisah, kata Irlan Suirlan, Camat Batujaya pada kesempatan berbicara mewakili masyarakat Kecanatan Batujaya, Kabupaten Karawang, mengutarakan keresahan masyarakat pada Balai Besar Wilayah Sungai Jawa Barat agar segera memperbaiki kondisi tanah tanggul Sungai Citarum diwilayah Desa Telukampel, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.

Alasannya, Camat bersama masyarakat pada saat kegiatam reses anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Fraksi Golkar, Sri Rahayu Agustin, menyampaikan sangat resah pada kondisi tanggul di wilayah Telukampel rawan jebol.

“Saya minta ibu dewan bisa mendesak ke BBWS agar segera Action. Karena kalau jebol ada tiga desa yang bakal terendan dan kebanjiran luapan air sungai Citarum.” pintanya. (sgt)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement