Regional
Tak Pinjamkan Penghapus, Siswi SD di Sukabumi Pingsan Dikeroyok Teman Sekelas
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Seorang siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikeroyok 4 teman laki-laki sekelasnya gara-gara tidak dipinjamkan penghapus pensil.
Kapolsek Jampangtengah, AKP Usep Nurdin mengatakan, korban berinisial RW (12) diduga dikeroyok empat orang teman sekelasnya, peristiwa terjadi Kamis (2/2/2023) lalu saat jam sekolah.
Korban mengalami luka lebam di tangan kiri dan dikhawatirkan terdapat luka di kepala, diduga korban dipukul dengan buku dan sapu lidi. Kepala korban juga dibenturkan ke tembok kelas hingga pingsan.
“Keluarga korban sudah melaporkan kejadian tersebut, kami dari Polsek melakukan penanganan awal, selanjutnya akan ditangani unit PPA Satreskrim Polres,” ujar Usep, Minggu (5/2/2023).
Ia menjelaskan, menjelaskan kronologis kejadiannya berawal saat salah seorang siswa meminjam penghapus kepada korban. Namun korban tidak meminjamkannya.
“Kronologinya diduga saat siswa berinisial G meminjam penghapus kepada korban, namun tidak diberikan, akhirnya siswa berinisial G memukul korban dengan buku,” jelasnya.
Hingga pengeroyokan pun terjadi diikuti oleh tiga orang siswa lainnya.
Korban tak hanya dipukul dengan buku dan sapu lidi, kepala korban juga dibenturkan ke tembok oleh siswa lain.
Usep mengatakan, pada saat kejadian guru kelas sedang berada diruang guru untuk meminum obat karena sedang sakit.
“Sampai dengan saat ini korban dibawa ke Rumah Sakit Secapa untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih intensif,” kata Usep.
Ia mengatakan penanganan pengeroyokan terhadap RW akan ditangani secara khusus di unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi.
“Karena ini menyangkut kekerasan terhadap anak dan terduga pelakunya juga masih anak-anak, maka butuh penanganan khusus di unit PPA Satuan Reskrim Polres Sukabumi,” ujarnya.
Menurut ibu korban yang berinisial AZ (35), memutuskan melaporkan kejadian itu ke polisi.
“Semalam (polisi) Polsek ke rumah jemput (dia dan korban), sampai ke Puskesmas tidak ada keluarga pelaku atau pihak sekolah yang mendampingi, terus dibawa ke sini untuk visum,” kata A, Minggu (5/2/2023).
“Tadi di-scan dan rontgen, hasilnya hari Senin, cuma ada gambaran tulang iga sebelah kanan agak berbeda, bergeser, dan ada bagian dalam tubuh yang berbeda,” imbuh ibu korban.
Dia berharap, hasil visum itu bisa menguatkan laporannya ke polisi agar pelaku pengeroyokan anaknya itu menerima efek jera.
“Kita pihak keluarga ingin ada efek jera biar tidak ada korban lain, karena ini bukan sekali dua kali, terus tidak ada edukasi dari sekolah atau dari orangtuanya kepada anak-anak yang memukuli,” ujar A.
A menambahkan, selain luka fisik, dia menduga anaknya juga mengalami gangguan psikologis akibat pengeroyokan tersebut.
“Anak saya itu sampai tidak mau bertemu banyak orang, psikisnya mungkin (terluka) ya. Saat ada pihak polisi baru mau ngomong,” tandas A.
Sumber: Berbagai sumber

You may like

Kapolres Karawang Anjangsana ke Personil Sakit Menahun di HUT Bhayangkara ke-80

Angkat Hasil Bumi Bersama, Jajaran Polres Karawang Komit Jaga Ketahanan Pangan

Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait Kawal Penyiapan Lahan Produktif di Wilayah Karawang

Laporan Kakak Korban Berbuah Cepat,Satres PPA dan PPO Polres Karawang Tangkap Ayah Diduga Perkosa Anak Kandung

Perkuat Kesadaran Pajak, Bapenda Karawang dan Fakultas Hukum UNSIKA Sosialisasikan Opsen PKB-BBNKB

Respons Cepat Aduan Warga yang Viral,Sipropam Polres Karawang Periksa 7 Saksi Terkait Dugaan Pelanggaran Etik Brigadir
RM
Pos-pos Terbaru
- Kapolres Karawang Anjangsana ke Personil Sakit Menahun di HUT Bhayangkara ke-80
- Polres Karawang Tanam Benih Serentak di Lahan Produktif
- Sinergi TNI-Polri, Polres Karawang Tanam Benih Serentak demi Perkuat Ketahanan Pangan
- Pantau Kebun Jagung, Jajaran Polres Karawang Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal
- Dukung Swasembada Pangan, Polres Karawang Sinergi dengan Petani Pantau Kebun Jagung







