Connect with us

Politik

Tak Ingin Dipandang Sebelah Mata, Koalisi Non Parlemen Surati Ketua Tim Pemenangan Cekas

Published

on

KARAWANG – Beredarnya surat pernyataan sikap Koalisi Non Parlemen di sosial media menunjukkan kekecewaan terhadap penghapusan Logo Partai Koalisi Non Perlemen pada Alat Peraga Kampanye (APK) Calon Bupati dan Wakil Bupati, Cellica Nurrachadiana dan Aep Syaepulloh (Cekas). Terlebih tindakan itu dilakukan, tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu dari Sekretariat Bersama (Sekber) Tim Pemenangan kepada Koalisi Non Parlemen.

Ketua Koalisi Non Parlemen, Yaya Taryana mengungkapkan, bahwa kejadian ini merupakan diskomunikasi saja. Berawal dari rapat virtual antara Pasangan Calon (Paslon) dengan KPU, terdapat aturan yang harus dijalankan terkait adanya Logo Partai Non Parlemen pada APK Paslon.

“Tadinya hanya untuk menunjukkan ke KPU bahwa aturan sudah dijalankan. Namun karena lambatnya komunikasi ke Koalisi Non Parlemen, sehingga Partai Koalisi Non Parlemen merasa ada ketersinggungan. Perlu diklarifikasi juga, surat itu terbit tanpa sepengetahuan saya sebagai Ketua Koalisi Non Parlemen,” ujarnya saat dikonfirmasi INFOKA melalui pesan WhatsApp, Minggu (11/10) pagi.

Bahkan sebelumnya, Yaya menjelaskan, ia selaku Ketua Partai Perindo sempat menyarakan kepada Parpol lain di Koalisi Non Parlemen untuk secara langsung meminta klarifikasi Ketua Tim Pemenangan Paslon Cekas, tetapi karena berbeda pandangan sehingga terbitlah surat tersebut tanpa sepengetahuannya.

“Saya menghormati langkah teman-teman dengan menerbitkan surat karena itu hak mereka. Namun saya tegaskan lagi, saya tidak pernah diberitahu. Jadi sikap Perindo untuk mengambil langkah demikian itu sudah clear terkait penerbitan surat saya tidak tahu menahu,” jelasnya.

Yaya menambahkan, terkait anggapan jika Koalisi Non Parlemen hanya dipandang sebelah mata itu keliru. Hanya saja disituasi Pandemi seperti saat ini terdapat keterbatasan komunikasi, tidak secara muwajahah tetapi hanya by phone sehingga terkadang komunikasi menjadi kurang efektif. Bahkan, untuk melakukan pertemuan-pertemuan saja harus ada protokol dari Ketua Satgas Covid-19.

“Hal-hal seperti ini, berbicara by phone diakui terkadang sering terjadi dikomunikas-diskomunikasi. Dan memang dari Ketua Tim Pemenangan responnya cukup lambat, mungkin karena keterbatasan juga di Sekber. Dan hal-hal itu saya kurang paham, tapi saya tidak bermaksud untuk menyudutkan salah satu pihak,” terangnya.

Masih Yaya menambahkan, diskomunikasi seperti ini diharapkan tidak terulang kembali dikemudian hari. Karenanya ia berkeinginan agar Koalisi Non Perlemen ini segera dimasukkan ke kepengurusan Sekber Tim Pemenangan Paslon Cekas. Sehingga dalam setiap bidang-bidangnya itu dapat memahami situasional yang berkembang sangat dinamis. “Sebetulnya diskomunikasi-diskomunikasi seperti ini tidak perlu terjadi, kalau dari rekan-rekan tim Koalisi Non Parlemen ini ada di dalam Sekber,” pungkasnya. (cho)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement