Regional
Stok Darah di PMI Karawang Kritis Saat Pandemi
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Stok daerah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat kritis. Karena selama pandemi Covid-19 tidak ada kegiatan donor darah secara massal.
“Sekarang ini kondisi stok darah di PMI Karawang bisa dibilang kritis,” kata Humas PMI Karawang Ade Iwan Darmawan dilansir Antara, Kamis (13/8/2021).
Ade mengungkapkan bahwa kritisnya stok darah terjadi karena selama pandemi Covid-19 tidak ada kegiatan donor darah massal.
“Tidak ada kegiatan donor darah yang melibatkan karyawan perusahaan, lembaga pemerintah, TNI/Polri, pelajar, komunitas dan lain-lain selama pandemi ini,” katanya.
Menurut dia jika dipersentasekan selama pandemi Covid-19 ini terjadi penurunan kegiatan donor darah hingga 20-30 persen.
Hal itu terjadi karena selama pandemi dilarang kegiatan berkerumun. Selain itu, cukup banyak juga masyarakat yang takut melakukan donor darah di masa pandemi Covid-19. Padahal, menurut dia, mendonorkan darah itu aman dari penyebaran Covid-19.
Meski begitu, diakuinya masih ada masyarakat yang datang secara pribadi mendonorkan darahnya di PMI Karawang secara sukarela. Namun jumlahnya tidak signifikan.
Ia menyampaikan kalau kondisi itu dialami PMI di berbagai daerah, tidak hanya di Karawang. Karena itu dilakukan langkah antisipasi agar stok darah tetap tersedia, meski kritis.
Di tengah kritisnya stok darah, PMI mengeluarkan kebijakan berupa donor pengganti. Artinya, setiap masyarakat yang membutuhkan donor darah, harus ada donor pengganti dari anggota keluarganya.
Seperti keluarga A membutuhkan darah dari PMI. Kemudian PMI memenuhi kebutuhan darah untuk keluarga A itu dengan catatan salah satu dari anggota keluarga A mendonorkan darahnya.
Hal itu disebut sebagai donor pengganti, sebagai upaya pengamanan stok darah di masa pandemi Covid-19.
Ia menyatakan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini PMI Karawang tetap memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara dibandingkan dengan masa normal dengan masa pandemi, tidak terjadi peningkatan kebutuhan darah.
“Secara umum kebutuhan darah normal, yakni 2.500 labu darah per bulan,” demikian Ade Iwan Darmawan. (*)
Sumber: Antara


You may like

Unsika perkuat sarana dan prasarana sebagai fasilitas pendukung kegiatan Tridharma perguruan tinggi dengan membangun gedung Dome di kampus 2

HUT ke-51, Pupuk Kujang Gelar Wayang Golek 3 Dalang Asli Cikampek

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Karawang Edukasi Siswa SD Lewat ‘Edu Trip’ di LASKAR Farm

Polres Karawang Raih Juara II Lomba Manajemen Media Ketahanan Pangan Polda Jabar, Kapolres Terima Penghargaan Langsung dari Kapolda Jabar

PGN Karawang Hadirkan GasKita Sauyunan, Perkuat Edukasi Gas Bumi, Catat Meter Mandiri, dan Perluas Pelanggan Rumah Tangga

Direktur Operasional Bulog Tegaskan Tanggung Jawab Penuh Atasi Hama di Gudang Beras Karawang
Pos-pos Terbaru
- Tetap Solid Selama 31 Tahun, Blunt_id Kenalkan Single “Manusia Spek Bidadari”
- Unsika perkuat sarana dan prasarana sebagai fasilitas pendukung kegiatan Tridharma perguruan tinggi dengan membangun gedung Dome di kampus 2
- HUT ke-51, Pupuk Kujang Gelar Wayang Golek 3 Dalang Asli Cikampek
- Diberondong 4 Peluru di Sela Sengketa Lahan, Begini Detik-detik Mencekam Penangkapan Pelaku di Riau!
- Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Karawang Edukasi Siswa SD Lewat ‘Edu Trip’ di LASKAR Farm






