Regional
Sempat Ngumpet di Masjid, ASN Karawang Ini Menjerit saat Divaksinasi
Published
6 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Pelaksanaan vaksinasi di lingkungan Pemkab Karawang sempat mengundang kelucuan. Cerita proses vaksinasi Covid-19 datang dari seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Yelu Manda (38).
Yelu sendiri bertugas sebagai staf Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang.
Ia sempat bersembunyi di masjid samoing Husni Hamid Perkantoran Pemkab Karawang untuk menghindari dari proses vaksinasi.
Ketika petugas kesehatan menyebutkan, nomor urut 414. Ia tidak kunjung hadir.
Kepala BKPSDM Karawang, Asep Aang Rahmatullah pun segera mencari nomor urut yang disebutkan petugas tersebut yang ternyata Yelu Manda. Yelu pun ditemukan tengah bersembunyi di masjid.
Ia pun segera membujuknya untuk segera mengikuti suntik vaksin, dengan berbagai alasan agar Yelu mau ke meja suntik vaksin.
Yelu masih terus merajuk. Bahkan ia rela untuk dipotong gajinya asalkan tidak jadi disuntik.
Sambil menjerit Yelu dibujuk ke meja suntik oleh kawan-kawannya. Bahkan sampai di meja suntik, Yelu menangis menjerit memohon untuk tidak disuntik. Ia menjerit kesakitan, padahal jarum yang disuntikan belum menempel ke kulitnya.
“Aduh sakit, aduh sakit, aduh sakit. Jangan bu tolong,” teriak Yelu sambil menangis, Selasa (9/3/2021).
Yelu mengaku, ia sangat takut melihat jarum suntik sejak kecil.
“Bukan sakitnya, saya takut lihat jarum suntiknya,” kata Yelu.
Ia bercerita, terakhir disuntik saat ia sekolah dasar. Bahkan ia harus melarikan diri hingga terjatuh ke sungai.
“Kalau orang tua tau saya takut jarum. Kalau istri tidak tahu saya fobia jarum,” katanya.
Seusai disuntik vaksin Covid-19, Yelu masih membayangkan jarum suntiknya. Untuk efek sampingnya ia hanya merasakan ngantuk dan lapar.
Kepala BKPSDM Karawang, Asep Aang Rahmatullah mengatakan, sedikitnya 1.700 orang ASN.
Di hari Senin (8/3/2021) terdapat 400 ASN dan Selasa (8/3/2021) sebanyak 1.300 ASN yang menerima vaksin.
Untuk ASN yang menolak suntik vaksin, pemerintah akan memberikan sanksi teguran tertulis.
“Jadi ASN itu tidak boleh mendapatkan sanksi apapun. Karena akan berpengaruh saat penilaian akan melakukan pensiun nanti,” katanya. (*)

You may like

Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini

Pilkades Serentak Karawang 2026: Pemkab Keluarkan Instruksi Tegas Netralitas Kades hingga BPD

Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk

Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada

Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang
Pos-pos Terbaru
- Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini
- Pilkades Serentak Karawang 2026: Pemkab Keluarkan Instruksi Tegas Netralitas Kades hingga BPD
- Aksi Nyata untuk Bumi, Alfamidi Operasikan 49 PLTS dan Efisiensi 2,2 Juta Lembar Kertas
- Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk
- ACT ONE Yamaichi Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Pengalaman 60 Tahun dari Jepang untuk Mendukung Industri Konstruksi Nasional






