Connect with us

Regional

Ridwan Kamil Belum Bisa Konfirmasi Terkait Data 150 Klaster Covid-19 Sekolah di Jabar

Published

on

INFOKA.ID – Dinas Pendidikan Jawa Barat memastikan informasi terjadinya 150 klaster penyebaran Covid-19 di sejumlah sekolah di Jabar adalah informasi yang tak valid dan belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.

Diketahui, berdasarkan survei Kemendikbud Ristek terhadap sekolah yang dipublikasikan pada laman sekolah.data.kemdikbud.go.id per Kamis, 23 September 2021, terdapat 149 klaster Covid-19 sekolah ditemukan selama pembelajaran tatap muka (PTM) di Provinsi Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan hingga saat ini masih belum mendapatkan data pasti terkait informasi tersebut yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Nah ini yang penting, ada temuan Kemendikbudristek bahwa ada 150 kluster Covid-19 di sekolah di Jabar. Tapi laporan hari ini dari dinas pendidikan bahwa itu datanya belum valid. Sudah dicek ke pusat dari mana datanya itu masih belum terkonfirmasi, ya,” kata Ridwan Kamil dalam konferensi pers virtual dari Bandung, Jumat (24/9/2021).

Ridwan Kamil menuturkan telah menugaskan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat Dedi Supendi untuk mencari tahu kebenaran terkait kabar tersebut.

“Sehingga, dari kepala dinas pendidikan melaporkan bahwa data itu masih belum bisa dikutip secara resmi karena datanya belum pasti. Jadi, kami belum bisa mengiyakan benar terjadi klaster di 149 (sekolah) karena kalau ada, maka komite duluan pasti sudah mendapatkan datanya. Tim dari Disdik Jabar mengecek dan hasilnya masih belum bisa dikonfirmasi,” papar dia.

Ridwan Kamil mengakui, idealnya seluruh siswa yang menjalani PTM sudah divaksin. Namun, katanya, surat edaran dari Kemendikbud Ristek tidak mengharuskan siswa divaksin dulu.

“Jadi kita melakukan dua proses secara bersamaan, yang penting dia berada di PPKM Level 3 maka sudah boleh tatap muka walaupun belum divaksin, tapi kita terus mengupayakan vaksinasi semaksimal mungkin,” ujarnya.

Ia juga akan terus mengupayakan vaksinasi semaksimal mungkin dan jumlah vaksinasi harian di Jabar adalah tertinggi di Indonesia, yaitu 311 ribu dosis per hari.

Kemudian disusul Jawa Tengah 250 ribu dosis per hari, Jawa Timur 219 ribu dosis per hari, Jakarta 62 ribu dosis, Banten 77 ribu dan Sumatera Utara 70 ribu dosis per hari.

“Tentu sudah diarahkan, kita maksimalkan juga ke para siswa yang akan melakukan tatap muka karena tidak ada lagi PPKM level 4 di Jabar. Bahkan dari laporan BNPB terkait kewaspadaan pekan ini 100 persen, di Jabar kewaspadaan rendah alias kuning,” kata dia. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement