Connect with us

Regional

Remaja di Karawang Jadi Korban Kekerasan Sajam, Kelamin Menderita Luka

Published

on

KARAWANG – Seorang remaja di Karawang jadi korban kekerasan senjata tajam. Akibatnya, remaja tersebut menderita luka pada beberapa bagian tubuh, termasuk alat kelaminnya.

Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (5/3/2023) dini hari WIB.

Ia menjelaskan, saat kejadian, korban bersama rekannya tengah nongkrong di sekolahnya, SMK PGRI Karawang. Namun menjelang tengah malam datanglah sekelompok remaja lain yang merupakan siswa salah satu SMK swasta.

“Kejadian ini perselisihan paham, ada konflik antarsekolah. Saya rasa ini hanya masalah ego anak muda saja, kebetulan anak ini menjadi korban,” kata Wirdhanto, Kamis (9/3/2023).

Berdasarkan hasil penyelidikan, korban terkena beberapa sabetan senjata tajam di bagian tubuh hingga alat kelamin.

“Kami sudah melakukan upaya penyelidikan bersama Polsek Klari, korban memang menderita sejumlah luka akibat perkelahian dengan senjata tajam. Di bagian tangan, kaki, paha, bahkan bagian tengah (alat kelamin) juga kena,” paparnya.

Wirdhanto pun meminta keluarga korban membuat laporan secara resmi. Sehingga kasus itu bisa ditindaklanjuti sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kami minta agar pihak korban membuat laporan polisi, agar kami bisa menindaklanjuti sampai tuntas sesuai SOP. Sampai saat ini belum ada laporan karena orang tua korban juga sakit sehingga terkendala,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan merekonsiliasi permasalahan ini. Menurutnya, para pihak yang bertikai antara sekolah ini dan sekolah lain dikumpulkan.

“Kita libatkan sekolah agar memediasi permasalahan,” katanya.

Atas terjadinya perkara tersebut, Wirdhanto mengimbau agar semua pihak berperan, guna mengantisipasi tindakan kriminal serupa terjadi lagi.

“Ke depan harus kita antisipasi supaya tidak terjadi lagi. Di sini ada beberapa peran yang harus kita tingkatkan. Yang paling penting adalah peran sekolah, karena rata-rata ini memang anak sekolah,” ujar dia. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement