Regional
Rawan Gempa, Majalengka Dikepung 20 Sesar
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Kabupaten Majalengka dikelilingi puluhan sesar aktif yang harus diwaspadai karena memiliki risiko rawan gempa bumi cukup tinggi.
Sub Koordinator Kedaruratan BPBD Majalengka Rezza Permana mengatakan, secara kegempaan Majalengka memiliki dua sumber, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik yang diakibatkan aktivitas Gunung Ciremai.
Selai itu, Majalengka memiliki dua jenis sesar yakni sesar besar dan sesar lokal. Ada lebih dari 20 sesar yang ada di daerah ini.
“Di Majalengka sendiri sebenarnya terdapat sebanyak 20 sesar lebih. Sesar lokal ada Sesar Cimeong, Sesar Maja, dan sesar-sesar lainnya yang memiliki potensi kegempaan yang cukup lumayan, dan harus kita perhatikan serta waspadai,” kata Rezza dikutip iNews.id, Kamis (15/12/2022).
Selain sesar lokal, di Majalengka juga ada sesar yang cukup besar, yakni Sesar Baribis. Sesar ini, jelas dia, memanjang hingga Kabupaten Subang.
“Sesar ini memanjang dari Majalengka sampai ke Subang,” kata dia.
Diantara dua sesar itu, kata Rezza, yang harus diwaspadai adalah sesar lokal. Sebab, belum ada kajian yang mendalam terkait sesar tersebut. Adapun terkait zona merah gempa bumi sendiri terdapat di wilayah tengah Majalengka.
“Wilayah rawan itu mayoritas di wilayah tengah. Wilayah itu sekitar Bantarujeg, Maja, Banjaran. Itu sangat berdampak,” tutur Rezza.
“Wilayah utara juga perlu diwaspadai karena potensi bahaya kerusakan cukup tinggi. Itu karena tingkat kepadatan penduduknya di utara cukup tinggi. Jadi walaupun gempanya bersumber dari wilayah tengah, tetapi wilayah utara seperti Kadipaten, Jatitujuh dan lain-lain memiliki potensi kerusakan infrastruktur yang cukup besar,” kata dia.
Sebagai bentuk antisipasi munculnya korban besar saat terjadi gempa sebagai dampak dari pergerakan sesar-sesar itu, Rezza menjelaskan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya.
“Salah satunya pembuatan kajian risiko bencana dari BPBD. Tahun ini Alhamdulillah akan selesai. Sekarang kami hampir setiap hari melaksanakan simulasi. Itu (simulasi) atas permintaan masyarakat, institusi maupun pihak swasta untuk penanggulangan kebencanaan, khususnya gempa,” kata dia.
Imbas rentetan musibah gempa bumi kerap terjadi di Jawa Barat, BPBD Majalengka juga telah membuat jalur-jalur evakuasi di setiap titik rawan bencana.
“Untuk beberapa sekolah atau institusi pemerintah dan swasta, sudah kami data dan kami petakan jalur evakuasinya harus ke mana. Untuk masyarakat umum baru sebagian kecil saja,” ucap Rezza. (*)
Sumber: iNews.id


You may like

Polisi Tangkap 2 Pemuda yang Bacok Warga di Majalengka, Amankan Dua Senjata Tajam

Kejati Jabar Tahan Kepala BKPSDM Majalengka Terkait Kasus Korupsi Pasar Cigasong

Kejati Jabar Tetapkan Pejabat di Majalengka Jadi Tersangka Kasus Korupsi Terkait Pasar Sindang Kasih Cigasong

Dua Ruang Kelas SDN 2 Sidamukti Majalengka Ambruk, 3 Orang Terluka

Ridwan Kamil Mendorong Pengembangan Destinasi Eduwisata Agribisnis Berkelas Dunia di Kertajati

Satlantas Polres Majalengka Sita Puluhan Knalpot Bising Hasil Razia
Pos-pos Terbaru
- Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan
- Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional
- Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga
- District East dan BNET Jalin Kemitraan Strategis untuk Membangun Ekosistem Smart and Green Living di Karawang
- Kapolres Karawang Hadiri Haul ke-4 Hj. Dadah Hamidah, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama






