Connect with us

Ragam

Ratusan Karyawan Twitter Resign Massal, Seluruh Kantor Tutup

Published

on

INFOKA.ID – Ratusan karyawan Twitter mengundurkan diri secara masal usai ultimatum Elon Musk yang meminta untuk bekerja lama dengan intensitas tinggi. Akibat resign masal itu, seluruh kantor Twitter juga ditutup sementara.

Sebelumnya, pada Rabu (16/11), Elon Musk mengirim email pertanyaan kepada seluruh karyawan Twitter untuk berkomitmen pada budaya kerja ‘hardcore’ yang berarti karyawan diminta untuk bekerja untuk waktu yang panjang dengan intensitas tinggi. Jika tidak menyetujui komitmen tersebut maka dianggap mengundurkan diri.

Jadi, karyawan betul-betul harus menjaga performanya demi membangun Twitter ke depan.

Karyawan pun diberi tenggat waktu untuk mematuhi perintah itu dengan menekan tautan yang dikirim. Akan tetapi sebelum itu, New York Times melaporkan ratusan pegawai memilih resign saja dengan pesangon 3 bulan gaji.

Setelah itu, Twitter mengumumkan seluruh kantornya ditutup dan akses karyawan ke kantor dicabut selama beberapa hari. Apa alasannya?

Dikutip Yahoo Finance, Jumat (18/11/2022) Elon Musk dan petinggi Twitter lain cemas karyawan akan melakukan sabotase, khususnya mereka yang resign. Sebelum ini, ketika akan dilakukan PHK ribuan karyawan, kantor Twitter juga ditutup.

“Hi, kami menutup sementara seluruh bangunan kantor dan seluruh akses akan ditangguhkan. Kantor akan buka kembali pada Senin, 21 November,” demikian pengumuman dari Twitter.

Eksodus karyawan yang resign kabarnya sangat besar, di mana yang berkomitmen untuk mengikuti perintah Elon Musk agar bekerja keras dengan jam kerja panjang hanya separuh dari total 4.000-an karyawan yang masih ada.

Musk dan timnya mengadakan pertemuan minggu ini dengan beberapa karyawan yang ragu-ragu untuk mencoba dan meyakinkan mereka untuk tetap tinggal, menurut The New York Times. (*)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement