Connect with us

Regional

Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi di Desa Sindangpanon Kurang Dirasakan Manfaatnya oleh Warga

Published

on

PURWAKARTA – Proyek peningkatan irigasi di Kampung Ciawi, Desa Sindangpanon, Kecamatan Bojong, Purwakarta menjadi sorotan sejumlah warga.

Pasalnya, proyek tersebut dibangun di area yang tidak ada sumber airnya sehingga akan dirasakan kurang bermanfaat bagi warga dan kalangan petani.

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga Abi Rahman (45), warga Kampung Ciawi, Desa Sindangpanon, Kecamatan Bojong, Senin (9/10/2023).

Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi yang menelan anggaran sebesar Rp 100 juta dengan panjang sekitar 80 meter diprioritaskan untuk pembuatan saluran air agar warga Kampung Ciawi dapat merasakan manfaatnya.

Akan tetapi, kata Abi Rahman, pembangunan jaringan irigasi paket 38 di Kampung Ciawi, Desa Sindangpanon dirasakan akan kurang manfaatnya bagi warga. Pasalnya, jaringan saluran irigasi yang dibuat tidak ada sumber airnya.

“Saya tidak tahu, apakah saat perencanaan pengalokasian anggaran tersebut, warga diajak bicara oleh dinas terkait ataupun pihak desa,” ujar Abi Rahman.

Tadinya, jelas Abi Rahman, warga mengharapkan manfaat dari saluran irigasi tersebut namun kenapa saluran irigasi yang tidak ada sumber airnya malah dibangun.

“Hoyong warga manfaatkeun eta aliran cai anu aya pas halodo oge sawah jadi kacaian nanging boro raah bisa kacaian da sumber caian GE eweuh,” kata Abi dengan bahasa Sunda.

Dijelaskan, seperti sudah ada kejadian di Desa Sindangpanon ketika tahun 2021 dibangun embung tapi tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Sayang embung yang dibangun dengan biaya ratusan juta itu tidak bisa berfungsi aliasa terbengkalai,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LPM Desa Sindangpanon, H Endang ketika dikonfirmasi dengan nada ketus mengatakan bukan urusannya masalah proyek peningkatan jaringan irigasi paket 38.

“Saya mah hanya kuli, ” katanya singkat. (Taufik Ilyas)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement