Regional
Produksi Uang Palsu, Ibu dan Anak di Garut Diringkus Polisi
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Ibu dan anak ditangkap polisi karena menjadi pelaku pembuatan uang palsu rupiah pecahan 10 ribu sampai 100 ribu yang dilakukan di rumahnya di kawasan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Uang palsu ini mereka jual dan edarkan dengan modus belanja.
“Telah mengamankan 2 orang pelaku yang di duga membuat dan mengedarkan uang palsu,”kata Kapolsek Leles AKP Agus Kustanto, Minggu (13/8/2023).
Ia mengatakan penangkapan itu bermula dari hasil pengembangan terhadap satu tersangka yang diamankan warga karena ketahuan belanja menggunakan uang diduga palsu pecahan Rp 100.000.
Dari hasil pemeriksaan itu mengarah kepada dua orang yang merupakan ibu dan anak inisial R dan U sebagai pembuat uang palsu tersebut, kemudian pihaknya menangkap mereka di Kecamatan Leles.
“Keduanya ditangkap setelah petugas menginterogasi pelaku pertama yang berhasil diciduk, yakni pria berinisial RE,” katanya.
Selain mengamankan pelaku, turut diamankan pula barang bukti berupa alat pembuatan uang palsu dan hasil cetakan uang palsu pecahan Rp 20 ribu sebanyak 88 lembar, Rp 100 ribu sebanyak 16 lembar, dan Rp 10 ribu sebanyak 20 lembar, serta beragam pecahan lainnya yang masih setengah jadi sebanyak 116 lembar.
“Uang pecahan setengah jadi ada 116 lembar, kemudian Rp100 ribu yang belum terpotong, ada juga barang bukti perangkat komputer berikut CPU dan tinta berwarna, unit printer, dan unit mesin laminating atau pemanas,” katanya.
Agus menyampaikan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan penyelidikan terhadap kasus ini. Menurutnya, tak menutup kemungkinan masih ada pelaku lain yang ikut terlibat dalam praktik tindak pidana uang palsu tersebut.
“Kami terus kembangkan penyelidikan dan penyidikan untuk lebih mendalami kasus ini. Bisa saja masih ada pelaku lain yang terlibat dalam sindikat pembuat uang palsu ini,” ucapnya. (*)

You may like

Fondasi Indonesia Emas 2045, Cellica Nurrachadiana Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga dari Tingkat Desa

Dari Hunian Terjangkau Menuju Kota Yang Hidup, HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit

PT Pindo Deli 2 Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Kimia di Karawang: Dipicu Kaporit Terkena Air Hujan

Imigrasi Karawang Resmikan Beranda Imigrasi, Cegah TPPO dan Tingkatkan Pelayanan bagi CPMI

Diduga Keracunan Gas PT Pindo Deli 2, Puluhan Warga Karawang Dievakuasi karena Sesak Napas

Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini
Pos-pos Terbaru
- Fondasi Indonesia Emas 2045, Cellica Nurrachadiana Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga dari Tingkat Desa
- Dari Hunian Terjangkau Menuju Kota Yang Hidup, HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit
- PT Pindo Deli 2 Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Kimia di Karawang: Dipicu Kaporit Terkena Air Hujan
- Imigrasi Karawang Resmikan Beranda Imigrasi, Cegah TPPO dan Tingkatkan Pelayanan bagi CPMI
- Diduga Keracunan Gas PT Pindo Deli 2, Puluhan Warga Karawang Dievakuasi karena Sesak Napas






