Regional
Polisi Selidiki Kasus Mutilasi Puluhan Kucing di Tasikmalaya
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Polres Tasikmalaya Kota menyelidiki kasus mutilasi puluhan kucing di Pasar Cikurubuk dan Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Tim Inafis Polres Tasikmalaya Kota diterjukan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area parkir angkot sekitar Pasar Indihiang Kota Tasikmalaya, Senin (3/10/2022).
Di lokasi tersebut, petugas kepolisian dan Komunitas Tasikmalaya Pecinta Kucing menggali tanah yang menjadi tempat kuburan kucing yang dimutilasi. Sejumlah bangkai kucing diperiksa sebagai bahan penyelidikan kasus tersebut.
“Betul, kasus ini sedang ditangani oleh Satreskrim Polresta Tasikmalaya. Untuk kuburan bangkai kucing yang ditemukan ini berada di wilayah hukum kami Polsek Indihiang. Langsung diperiksa oleh Tim Inafis Polresta Tasikmalaya,” jelas Kepala Polsek Indihiang Polresta Tasikmalaya, AKP Haji Iwan di lokasi kejadian, Senin (3/10/2022).
Azhari memastikan, Polres Tasikmalaya Kota akan mengusut kasus ini sampai tuntas, pelakunya ditangkap dan dihukum atas perbuatannya.
“Ya hal itu (kasus pembunuhan kucing dengan mutilasi) sempat viral kemarin. Kami sedang upayakan untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya,” ujar AKBP Aszhari Kurniawan.
Sementara itu, Polsek Indihiang dan Unit Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota bersama Ketua Tasikmalaya Peduli Kucing Rellys Irel dan drh Zainel Muttaqin melakukan olah TKP dan membongkar kuburan kucing.
Saat olah TKP dan penggalian makam kucing, sebanyak 7 jasad kucing yang dibantai oleh pelaku. Makamnya ditemukan di area terminal angkot Pasar Indihiang.
“Kami bantu melakukan penyelidikan, pengaduannya sudah ke polres karena kasus yang dilaporkan sama dengan yang terjadi di Pasar Cikurubuk,” kata AKP H Iwan.
Berdasarkan keterangan beberapa saksi, ujar AKP H Iwan, awalnya bangkai kucing ditemukan berjejer didekat kios baso. Kemudian warga berinisiatif menguburkannya di belakang terminal Pasar Indihiang.
Kemudian, proses penggalian makam disaksikan oleh saksi yang pertama kali melihat bangkai kucing dan Komunitas Tasikmalaya Peduli Kucing.
“Jadi awalnya bangkai kucing ini ditemukan oleh saksi yang kebetulan di sini sebagai juru parkir. Dia juga yang menguburkannya. Untuk proses penyelidikan, jasad kucing kembali digali. Ini disaksikan oleh saksi kemudian dari komunitas,” ucapnya.
Sebelumnya, Komunitas Tasikmalaya Peduli Kucing melapor ke Kepolisian adanya pembunuhan puluhan kucing secara sadis dengan waktu bersamaan di dua lokasi yakni Pasar Cikurubuk dan Indihiang Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (2/10/2022) sore.
Puluhan kucing diketahui dibantai oleh seseorang dengan cara digorok dan beberapa diantaranya diambil organ dalamnya dengan cara dibelah badannya.
Diduga kejadian pembantaian puluhan kucing sama di kedua pasar itu pada dini hari dalam rentan waktu satu pekan terakhir.
Komunitas ini menemukan 8 ekor kucing mati mengenaskan luka gorok di Pasar Cikurubuk dan 13 ekor kucing dibantai pakai senjata tajam dengan cara sama di Pasar Indihiang dua hari lalu. (*)
Sumber: Berbagai sumber

You may like

Ketua Umum AMKI Terima Penghargaan Adiluhung Budaya Ki Sunda Utama

Bencana Longsor Hingga Rumah Ambruk Terjadi di Tasikmalaya

Akibat Hujan Deras, Jalan Penghubung Tasikmalaya-Garut Tertimbun Longsor

Pelaku Penipuan Bisnis Kecantikan di Tasikmalaya Ditangkap Polisi, Kerugian Senilai Rp 2,7 Miliar

Jelang Nataru, Harga Sayuran dan Ayam di Tasikmalaya Meroket

Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Bayi Meninggal di Tasikmalaya, Termasuk dari Klinik Alifa
Pos-pos Terbaru
- Roda Organisasi Kembali Berputar, AKBP Fiki N. Ardiansyah Akhiri Masa Jabatan Bersamaan dengan Kenaikan Tipologi Polresta Karawang
- Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Sukses Gelar Lomba Burung Berkicau “Kapolres Cup” di Kampung Budaya
- Sinergi Pemkab dan PWI Karawang: Sulap Momentum Piala Dunia Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
- UNSIKA Terjunkan 1.250 Mahasiswa KKN Batch 2 ke 99 Desa di Tiga Kabupaten
- SP2MI Bersinergi dengan Kementerian Sosial Untuk Tingkatkan Keterampilan dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Kesetaraan/PKBM di Indonesia







