Connect with us

Regional

Polda Metro Jaya Terjunkan Tim SAR Untuk Evakuasi Korban Banjir di Bekasi

Published

on

Foto: Istimewa.

INFOKA.ID – Empat desa di Kecamatan Pebayuran Bekasi terendam banjir yang diakibatkan jebolnya tanggul Citarum. Hal itu berdasarkan laporan Pusdalops BNPB (Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dari BPBD.

Empat desa itu diantaranya Desa Sukaurip, Karangsegar, Bantarsari, dan Sumber Urip.

Banjir yang menggenangi sejumlah desa terpantau pada Minggu (21/2/2021) pukul 01.00 WIB. Dalam musibah tersebut, dilaporkan ketinggian air yang mencapai 100 hingga 250 cm dan menyebabkan lima unit rumah hanyut.

BPBD melakukan identifikasi kebutuhan mendesak penanganan darurat seperti bambu, karung, mie instan, air mineral, makanan siap saji, obat-obatan, vitamin, perahu evakuasi, mesin perahu, tali tambang, dan lampu tembak.

Warga yang terdampak banjir Bekasi mencapai 9.331 KK atau sekira 28.329 jiwa. Sementara itu, ada 1.075 KK atau 4.184 jiwa yang mengungsi.

Baca juga: Dewan Jabar, Ihsanudin: Sinergi Selamatkan Pendidikan Saat Pandemi

Banjir menyebabkan 8.539 unit rumah terendam dan sejumlah infrastruktur terdampak. Hingga hari ini, petugas di lapangan masih melakukan pendataan lanjutan.

Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya menyalurkan sejumlah alutsista Polri seperti satu perahu portable dan satu perahu karet.

Penyaluran alutsista Polri tersebut bertujuan untuk mengevakuasi warga Bekasi yang terjebak banjir ke tempat aman atau tempat pengungsian sementara.

KBO Ditpolair Polda Metro Jaya AKBP Novian Pulungan mengungkapkan bahwa hingga hari ini, pasukan Ditpolairud Polda Metro Jaya masih standby di lokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Sumbereja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Warga Jabar Masih Banyak Enggan Jalani Vaksinasi Covid-19

“Pasukan Ditpolairud Polda Metro Jaya masih standby di tempat untuk melaksanakan evakuasi masyarakat yang terjebak banjir di Sumbereja Kecamatan Pabayuran Kabupaten Bekasi,” kata Kepala Bagian pembinaan dan Operasional (KBO) Ditpolair Polda Metro Jaya AKBP Novian Pulungan pada Senin, 22 Februari 2021.

Menurut data terakhir BPBD Kota Bekasi pada Minggu, 20 Februari 2021, sebanyak 94 lokasi yang masih tergenang banjir. Sebanyak 63 lokasi titik genangan telah surut, dan 31 lokasi kembali tergenang akibat hujan deras, serta naiknya TMA Kali Bekasi, Kali Cakung, dan Kali Bong.

BPBD Kota Bekasi melaporkan sebanyak 12 Kecamatan dan 42 kelurahan terdampak banjir dari 56 Kelurahan di Kota Bekasi. Akibatnya, sebanyak 2.099 KK terdampak (data Sementara) atau 8.396 jiwa terdampak (data sementara).

Selain merendam desa di Bekasi, banjir juga merendam 34 desa di 15 kecamatan di Kabupaten Karawang.

Baca juga: Banjir di Karawang Meluas, Merendam 33 Desa

Banjir disebabkan tingginya intensitas hujan dan luapan Sungai Citarum yang menggenangi Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Tirtajaya, Pedes, Cikampek, Purwasari, Ciampel, Pangkalan, Klari, Tempuran, Tirtamulya, Jatisari, Rawamerta, Karawang Barat, dan Cilamaya Wetan. (*)

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement