Regional
Pj Gubernur Jabar: Pembangunan 144 SMA/SMK Jadi Prioritas
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana untuk membangun pembangunan 144 SMA/SMK negeri dan swasta di 144 kecamatan se-Jabar.
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan rencana pembangunan 144 sekolah tersebut menjadi salah satu fokus akan dilaksanakan pada 2024 ini.
“Pendidikan kan amanat undang-undang. Harus jadi prioritas juga,” kata Bey, Kamis (11/1/2024).
Menurutnya, saat ini di Jabar masih banyak daerah yang proporsi jumlah sekolah negerinya masih rendah dan belum ideal.
“Berdasarkan kajian dari Dinas Pendidikan Jabar di mana masih ada 144 kecamatan belum memiliki sekolah negeri, hingga menyebabkan masih banyak daerah yang proporsi jumlah sekolah negerinya masih rendah dan belum ideal,” katanya.
Bey memastikan kondisi ini menjadi perhatian penuh dan ketiadaan sekolah negeri di kecamatan-kecamatan tersebut harus segera dibangun secara bertahap.
“Tentunya masih harus terus dibangun, melakukan pembangunan,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar mencatat, sebanyak 144 kecamatan di Jabar membutuhkan sekolah baru untuk tingkat SMA/SMK negeri dan swasta.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyu Mijaya mengatakan, dari 620 kecamatan yang ada di Jabar, kurang lebih 20 persen di antaranya belum memiliki sekolah negeri, namun memiliki sekolah swasta.
“Kemudian ada 16 kecamatan tidak ada sekolah negeri dan sekolah swasta. Jadi jumlah secara keseluruhan menjadi 144 kecamatan,” ucap Wahyu, Rabu (10/1/2024).
Wahyu mengatakan, saat ini Disdik Jabar tengah mengklasifikasi pembangunan gedung sekolah prioritas untuk 144 kecamatan tersebut. Sebab, dalam satu kecamatan bisa jadi angka kelulusan SMP-MTs kecil.
“Dari 144 itu kita buatkan skala prioritas karena belum tentu lulusan SMP-MTs yang ada di situ, itu jumlahnya besar. Jadi kita buatkan skala prioritas,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan lebih meneliti lulusan SMP-MTs di kecamatan terdekat yang memiliki sekolah negeri. Jika kebutuhan mencukupi, bisa jadi nantinya hanya akan dilimpahkan ke kecamatan terdekat saja.
“Skala prioritas kedua juga kita lihat di lingkungan kecamatan terdekat, apakah di lingkungan kecamatan terdekat juga masih bisa menampung lulusan SMP-MTS tersebut,” imbuhnya. (*)

You may like

Gelar Senam Kormi Karawang Maju, Korwil Cambidik Wilayah 8 Rengasdengklok Pererat Silaturahmi Antar Pendidik

Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon

Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026

Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur

Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!
Pos-pos Terbaru
- Gelar Senam Kormi Karawang Maju, Korwil Cambidik Wilayah 8 Rengasdengklok Pererat Silaturahmi Antar Pendidik
- Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang






