Connect with us

Regional

PGRI Karawang dan BJB Syariah, Bersinergi Tabungan Haji Milenial

Published

on

KARAWANG – Antrian haji yang cukup panjang hingga 40 tahun, menjadi penting mempersiapkan sejak dini mungkin. Maka dari itu, BJB Syariah Karawang meluncurkan program Tabungan Haji Siswa.

Ditemui di Gedung PGRI Karawang, Kepala Cabang BJB Syariah Cabang Karawang, Ponco Wahyu menuturkan, niat baik dan moral bagaimana dapat memfasilitasi seluruh masyarakat, dalam hal ini seluruh siswa khususnya, dapat difasilitasi untuk membuka Tabungan Haji.

“Nanti juga Gubernur Jawa Barat akan bekerja sama dengan semua Cabang BJB Syariah di Jawa Barat. Untuk sementara ini, program percontohan dijalankan di Kabupaten Karawang,” ujarnya, Rabu (24/8/2022)

Wahyu menambahkan, nanti para siswa akan dibukakan tabungan dan diberi saldo sebesar Rp 10 ribu. Kemudian secara teknis, siswa yang hendak menabung bisa dikumpulkan terlebih dahulu, sisihkan dari uang jajan begitu, lalu disetor ke Kantor Cabang BJB.

“Ini masih prototipe dan spesial untuk PGRI, karena 1 sekolah PGRI itu masing-masing 8 siswa dan akan dikembangkan untuk semua Cabang BJB Syariah di tiga Provinsi di Jawa Barat, DKI dan Banten. Nanti kan ada digitalisasi, jadi bisa transfer antar bank,” tandasnya.

Sementara, Ketua PGRI Karawang, Nandang mengatakan, ini sebagai edukasi bagi siswa menabung, terlebih Ibadah Haji itu tidak serta merta langsung berangkat walaupun ada uang, karena harus menunggu kuota sekian tahun. maka dari itu, pihaknya menyambut baik program kerjasama Bank BJB Syariah untuk mempersiapkan Ibadah Haji sejak dini.

“Tidak ada biaya apapun, siswa cukup kirim kartu keluarga, bahkan dikasih saldo sebanyak Rp 10 ribu, ini adalah program yang menguntungkan bagi calon haji,” ungkapnya.

Masih Nandang menambahkan, pihaknya berharap bukan hanya siswa dari Sekolah PGRI saja tetapi seluruh siswa sebagai persiapan bagi yang hendak Ibadah Haji, termasuk guru juga bisa ikut program naik haji tersebut. Maka hari ini, saya mulai mengedukasi pembekalan motivasi siswa agar bisa menabung untuk naik haji.

“Siswa bisa menyisihkan dari uang jajan, untuk para guru juga bisa misal usia guru 45 tahun tambah 20 tahun, masih bisa kan persiapan dari sekarang. Apalagi dari siswa yang usianya masih 18 tahun, 20 tahun kemudian 38 tahun, tentu masih muda dan sehat secara fisik mengingat ibadah haji kan ibadah yang menguras tenaga fisik juga kan,” pungkasnya. (cho)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement