Regional
Peternak di Garut Dapat Bantuan Rp 5 Juta Setiap Sapi Mati Akibat PMK
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan anggaran bantuan bagi peternak untuk setiap hewan ternak yang mati akibat PMK.
Bagi setiap satu ekor sapi yang meninggal, Pemkab Garut akan memberikan bantuan atau ganti rugi sebesar Rp 5 juta. Sedangkan untuk hewan kambing atau domba, akan diberikan bantuan Rp 1 juta per ekornya.
“Besarannya tentu tak senilai harga sapi, tapi hanya untuk ‘kadeudeuh’, besarnya untuk seekor sapi Rp5 juta dan domba atau kambing Rp1 juta,” kata Kepala Dinas Perikanan Peternakan dan Kelautan Kabupaten Garut Sofyan Yani, Jumat (10/6/2022).
Ia menuturkan wabah PMK sudah melanda sejumlah daerah di Kabupaten Garut menyebabkan ternak sapi maupun domba dan kambing terjangkit penyakit tersebut.
Wabah itu, kata dia, tentunya membuat peternak rugi sehingga pemerintah berusaha meringankan beban kerugiannya dengan memberikan bantuan uang untuk ternak yang mati akibat PMK.
“Mereka yang akan dapat akan ada kriteria untuk pemberiannya,” kata dia.
Ia menjelaskan peternak dapat menerima bantuan itu dengan syarat harus mengusulkan ke dinas, kemudian ada dokumen atau foto hewan ternak yang mati, selanjutnya ada berita acara bahwa hewan ternak mati karena PMK.
Peternak, kata dia, bisa mendapatkan keterangan hewan ternaknya mati karena PMK dari hasil pemeriksaan dokter hewan dan diketahui kepala desa.
“Jadi kami bisa tahu pasti penyebab ternak itu mati, karena kalau tak ada kriteria akan banyak yang mengajukan tanpa penyebab kematian yang jelas,” katanya.
Ia menambahkan kriteria lain yaitu bantuan akan diberikan kepada peternak prasejahtera yang dilihat dari jumlah ternaknya hanya memiliki misal lima ekor sapi atau domba.
Peternak besar, kata dia, sementara tidak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun kebijakan kriteria peternak itu masih dalam pembahasan pemerintah. “Kalau dia pengusaha besar, ya tidak akan diberi kompensasi, namun ini masih kami bahas aturannya agar lebih jelas,” katanya.
Ia menyampaikan sudah menerjunkan petugas untuk mendata sesuai nama dan tempat peternakan yang hewan ternaknya mati karena wabah PMK.
Ia menyebutkan sementara dilaporkan ada 40-50 ekor sapi yang mati, data itu belum pasti karena kemungkinan akan ada data tambahan atau susulan yang nanti dimasukkan pada gelombang kedua.
“Untuk gelombang pertama, sejauh ini catatan kami sapi yang mati ada 45-50 ekor, jadi anggaran yang disiapkan sekitar Rp 250 juta, nanti akan datanya kami verifikasi lagi tentunya,” kata Sofyan. (*)


You may like

Musyawarah Daerah DPD FK-PKBM Kabupaten Garut Berjalan Lancar dan Tertib

Dukung Asta Cita Ketahanan Pangan, Bupati Garut Resmikan Bantuan Cold Storage dari PLN UID Jabar Untuk Bumdes Motekar

Dispertan Garut Bangun Rumah Burung Hantu Untuk Kendalikan Serangan Hama Tikus di Sawah

Lima Orang Jamaah Haji Asal Garut Wafat di Tanah Suci

Geger Kasus Mutilasi dalam Karung di Garut, Pelaku Diduga ODGJ

Polisi Tangkap Pria di Garut yang Konsumsi dan Jual Ganja Hasil Tanam Sendiri
Pos-pos Terbaru
- Dukung Pasokan Darah di Karawang, Pupuk Kujang Gelar Donor Darah Massal ielang HUT ke-51
- Microbus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Polres Karawang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
- Brits Hotel Karawang Hadirkan Cars Worldwide Carmeet 2026, Satukan Komunitas Otomotif, UMKM, dan Lifestyle dalam Satu Event Kolaboratif
- Ops Jaran Lodaya Tekan Kejahatan Jalanan, Polres Karawang Bekuk Pelaku Curanmor Asal Lampung
- FH UNSIKA Raih Akreditasi Unggul dan Pengakuan Internasional ACQUIN






