Connect with us

Daerah

Peringkat Dua di Jabar, Investasi di Karawang Capai Rp13.838 Triliun

Diposting

pada

INFOKA.ID – Realisasi investasi di Kabupaten Karawang menduduki peringkat dua di Jawa Barat, yakni mencapai Rp13.838 triliun. Pemkab Karawang optimistis investasi bakal terus meningkat menyusul melandainya pandemi Covid-19.

Adapun urutan pertama ditempati Kabupaten Bekasi sebesar Rp23,302 triliun berdasarkan data perkembangan realisasi investasi di Jawa Barat periode Januari-Juni 2021.

“Realisasi PMA dan PMDN sebesar Rp13,838 pada semester pertama, Januari-Juni 2021. Sedang targetnya 23,85 persen,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang Eka Sanatha dilansir dari Kompas.com, Rabu (22/9/2021).

Dia menjelaskan, investasi yang masuk tersebut berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Eka menyatakan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, minat investor, khususnya dari luar negeri atau Penanam Modal Asing (PMA), berinvestasi di Kabupaten Karawang, masih cukup tinggi.

Eka mengklaim masuknya investasi ke Karawang juga menyuguhkan serapan tenaga kerja. Jumlahnya sebanyak 6.726 orang atau 11, 57 persen dengan 1.204 kegiatan.

Meski masih kalah dari Bekasi yang menduduki peringkat satu, namun ekonomi Karawang mulai menggeliat kembali.

“Ekonomi di Karawang masih bergeliat meski belum seperti saat sebelum pandemi,” tuturnya.

Pertumbuhan nilai investasi itu salah satunya dengan masuknya pabrik baterai mobil dengan investasi awal sekitar Rp 14 triliun.

Sedangkan investasi totalnya sebesar 8,7 miliar dollar AS atau setara Rp123,97 triliun (kurs Rp14.250). Eka membandingkan realisasi investasi pada 2020 yang hanya sebesar Rp16,74 triliun. Hal ini karena tingginya kasus Covid-19 di dunia, termasuk Indonesia.

“Tahun 2020 kita kalang kabut. Besaran itu (Rp16, 74 triliun) sebenarnya realisasi pada triwulan pertama. Setelahnya kita sempat menurunkan target beberapa kali dari target semula sekira Rp 23 triliun,” ungkap Eka.

Eka pun optimistis investasi yang masuk ke Karawang akan terus bertumbuh.

Eka mengatakan, DPMPTSP Karawang terus mendorong agar investasi bisa lebih banyak masuk ke Karawang, terlebih saat ini proses perijinan sudah melalui sistem OSS yang berbasis resiko yang sudah di launching oleh pemerintah pusat sejak bulan Agustus lalu.

“Kami juga bakal melakukan sosialisasi OSS RBA (berbasis resiko) kepada para pelaku usaha,” ucapnya. (*)

Advertisement
Tinggalkan pesan

Balas Pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement