Regional
Pemkab Karawang Dianggap Kurang Menghargai Sejarah, Kondisi Makam Adipati Singaperbangsa Memperihatinkan
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Bangunan bersejarah menjadi saksi bisu bagaimana sebuah bangsa di masa lalu, sehingga perlu dijaga kelestariannya. Termasuk makam-makam atau petilasan para leluhur yang mempunyai nilai history di Kota Pangkal Perjuangan, justru kini terbengkalai lantaran kurang perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.
Seperti diungkapkan Anggota Paguyuban Singaperbangsa, Eyang Andri. Sebagai kuncen, ia pun mengajak masyarakat dan khususnya Pemkab Karawang, untuk menyelamatkan serta merawat bangunan cagar budaya, Makam Adipati Singaperbangsa yang berada di Desa Manggung Jaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
“Tidak ada perhatian dari Pemkab Karawang, bahkan kondisinya mohon maaf, sekarang seperti kandang ayam,” ujarnya kepada Infoka, Minggu (15/8).
Andri menambahkan, pihaknya menganggap Pemkab Karawang kurang menghargai sejarah. Bagaimana dapat mengingat perjuangan besar leluhur hingga menjadi ibrah dimasa depan, sementara kondisi bangunannya saja dibiarkan memprihatinkan.
“Di manggung Jaya kondisinya kurang terawat dan akses jalan mulai banyak yang rusak. Bangunan sudah tidak layak, seperti diantaranya gapura, pagar dalem dan Makam Bupati sendiri bangunannya sudah pada retak,” paparnya.
Masih Andri menambahkan, meski memakai batu marmer, penataan Makam Singaperbangsa tidak layak lantaran struktur bentuk yang kurang memiliki nilai seni. Kematian itu tanda orang-orang yang menerima kebenaran tanpa syarat, fatamannawul mauta in kuntum shadiqin. Sehingga nisannya perlu sentuhan seni pahat hingga menampakkan kecantikan (jamaliyah) dan keperkasaan (jalaliyah).
“Coba lihat bangunan dan makam-makan di Banten, di Cirebon dan di Jogja, memang benar-benar bagus,” terangnya.
Sambung masih Andri menambahkan, Pemkab Karawang harus menghargai para pejuang terdahulu. Karenanya sudah waktunya Bupati melalui OPD terkait, untuk memperhatikan kembali bangunan bersejarah, seperti makam Adipati Singaperbangsa, serta cagar budaya lainnya.
“Jika ada beberapa yang harus diperbaiki, segera perbaiki. Jangan sampai dibiarkan hilang jejaknya, yang tertinggal cuma cerita tutur tanpa ada wujud bangunan,” pungkasnya. (cho)

You may like

12 Tim dari Berbagai Kampus Adu Kemampuan di PSYNERGY Competition 2026 Fakultas Psikologi UBP Karawang

Usung Tagline MOTEKAR, Peringatan Hari Jadi Karawang ke-393 Padukan Sektor Sosial, Budaya, Agama, Olahraga, Ekonomi dan Pesta Rakyat

Polemik Minyak Mentah Pesisir Karawang, Komisi III DPRD Bentuk Tim Investigasi Independen

Pemuda Pancasila Siap Dukung & Sukseskan Musda Partai Golkar

Bukan dari PHE ONWJ, Hasil Labfor Ungkap Ceceran Minyak di Pesisir Karawang Tak Identik

Pemkab Karawang Luncurkan Program Serap Naker Warga Desil 1 – 3
Pos-pos Terbaru
- 12 Tim dari Berbagai Kampus Adu Kemampuan di PSYNERGY Competition 2026 Fakultas Psikologi UBP Karawang
- Usung Tagline MOTEKAR, Peringatan Hari Jadi Karawang ke-393 Padukan Sektor Sosial, Budaya, Agama, Olahraga, Ekonomi dan Pesta Rakyat
- Polemik Minyak Mentah Pesisir Karawang, Komisi III DPRD Bentuk Tim Investigasi Independen
- Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat
- Pemuda Pancasila Siap Dukung & Sukseskan Musda Partai Golkar







