Regional
Pemkab Karawang Akan Evaluasi Kerja Sama Pengelolaan Pasar Plaza Cikampek
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang akan mengevaluasi kerja sama dengan pengelola Pasar Plaza Cikampek karena dinilai tidak menguntungkan pemerintah daerah.
Hal itu diungkapkan Asisten Daerah II Pemkab Karawang, Hanafi di Karawang pada Jumat (21/7/2023).
“Ini berkaitan dengan PAD (pendapatan asli daerah) Karawang yang semestinya ada sumbangan dari keberadaan pasar yang dikelola pihak ketiga,” katanya.
Hanafi mengatakan bahwa kerja sama Pemkab Karawang dengan pengelola Pasar Plaza Cikampek berlangsung sejak 2019 hingga tahun 2044. Namun selama sekitar empat tahun menjalin kerja sama, hingga kini belum ada pemasukan PAD dari pasar tersebut.
Ia mengungkapkan pada tahun 2023 ini kerja sama dengan investor pengelola Pasar Plaza Cikampek belum selesai. Sebab masa kerja samanya selama 25 tahun akan berakhir pada 2044.
Menurutnya, selama masa kerja sama itu pemkab berhak mengevaluasi pengelolaan pasar oleh pihak ketiga.
“Pemkab bisa mengevaluasi. Jadi jika pihak ketiga tidak mampu mengelola pasar dengan baik, seperti tidak mampu menghasilkan PAD maka bisa diputus kontrak,” katanya.
Hanafi mengatakan pendapatan ke kas daerah dari Pasar Plaza Cikampek belum pernah ada. Kondisi itu terjadi karena di pasar itu hanya ada 15-20 toko yang terisi. Artinya, kondisi pasar itu sepi dan tidak diminati pedagang.
Untuk itu, Pemkab Karawang akan mengevaluasi dan meninjau ulang kerja samanya serta mencari investor baru yang bersedia mengelola Pasar Plaza Cikampek.
“Pasar Plaza Cikampek ini sebelumnya dibangun oleh investor. Kondisi awal saat pembangunan pasar di Cikampek, memang ada tiga pasar di Cikampek waktu itu,” katanya.
Hanafi menyampaikan, Plaza Cikampek dibangun khusus untuk pedagang yang menjual bahan kering, tidak menjual bahan seperti daging, ayam dan lainnya karena melihat ada bahan basah yang dijual di Pasar Cikampek 1.
Namun, saat pasar sudah beroperasi, daya tarik masyarakat berkurang. Sehingga hanya beberapa toko yang terisi hingga sekarang. Dampaknya, keberdayaan pasar itu tidak menguntungkan karena tidak mampu menyumbangkan PAD. (*)


You may like

Tak Tahu Bawa Buronan Dunia, Pihak Keluarga Sebut Pilot Muda Karawang Dijebak Instruktur

Antisipasi Sumbatan Irigasi, UPTD Pertanian dan IKD Pedes Karawang Gelar Rapat Gorol Eceng Gondok

Upaya Polantas di Karawang Sampaikan Disiplin Berlalu Lintas Kepada Pelajar demi Keselamatan di Jalan Raya

DPRD Karawang Sebut Kenaikan Status Polresta Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Dorong Sinergi Daerah

Resmi Dibuka, 4.167 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNSIKA 2026

Lewat CSR Primaya Hospital, Ratusan Driver Ojol di Karawang Kini Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Pos-pos Terbaru
- Tak Tahu Bawa Buronan Dunia, Pihak Keluarga Sebut Pilot Muda Karawang Dijebak Instruktur
- Antisipasi Sumbatan Irigasi, UPTD Pertanian dan IKD Pedes Karawang Gelar Rapat Gorol Eceng Gondok
- Upaya Polantas di Karawang Sampaikan Disiplin Berlalu Lintas Kepada Pelajar demi Keselamatan di Jalan Raya
- DPRD Karawang Sebut Kenaikan Status Polresta Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Dorong Sinergi Daerah
- Resmi Dibuka, 4.167 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNSIKA 2026






