Regional
Pemkab Garut Salurkan Uang Kerohiman untuk Korban Banjir Bandang
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemkab Garut mulai menyalurkan uang kerohiman bagi warga yang rumahnya terdampak banjir bandang yang terjadi Jumat (15/7/2022) lalu.
Hasil pendataan yang dilakukan, ada sekitar 6 ribuan rumah yang terdampak yang tersebar di 14 kecamatan.
“Ada sekira 6.000 rumah terdampak banjir dan longsor yang diajukan untuk cash for work ini, namun setelah dikaji kembali hanya 1.200 yang layak,” kata ujar Sekda Garut Nurdin Yana, Jumat (22/7/2022).
Ia memaparkan, kriteria yang ditetapkan pemerintah terhadap penerima uang kerohiman didasarkan pada lokasi dan dampak dari bencana banjir bandang terhadap rumah warga.
“Dana kerohiman yang kami berikan total mencapai Rp600 juta,” sebutnya.
Menurut Nurdin Yana, pada awalnya Pemkab Garut merencanakan akan memberikan uang kerohiman dengan besaran yang berbeda, mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta untuk tiap rumahnya. Besaran uang kerohiman yang diberikan semula akan disesuaikan dengan tingkat resiko rumah yang terdampak.
Namun akhirnya, hasil keputusan bersama pemberian uang kerohiman bagi korban banjir dibagi rata menjadi Rp 500 ribu per rumah untuk menghindari munculnya permasalahan baru.
“Awalnya Rp 500.000 sampai Rp 1 juta, tapi kita tetapkan diratakan saja semuanya Rp 500.000 per rumah agar tidak muncul perselisihan di antara warga,” ujarnya.
Pemkab Garut menetapkan, tanggap darurat selama dua pekan. Pada satu pekan ini, lanjutnya, berbagai pihak masih terus membersihkan lingkungan dan pemukiman warga yang terdampak banjir.
Selain itu Nurdin Yana mengungkapkan, jajarannya masih melakukan pendataan daerah yang terdampak banjir untuk menghitung besaran kerugian materi akibat bencana itu.
Sementara itu, Diskominfo Kabupaten Garut merilis data terakhir pada sore hai.
Bencana banjir di Jumat (15/7/2022) malam lalu total telah membuat sebanyak 19.546 orang warga Garut terdampak, dengan 785 di antaranya saat ini harus mengungsi.
Dalam rilis tersebut, 4.328 rumah terendam banjir bandang yang diakibatkan dari luapan beberapa sungai seperti Cimanuk dan Cipeujeuh.
Puluhan fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah hingga fasilitas kesehatan, di beberapa kecamatan turut terendam banjir.
Pemkab Garut memperkirakan total kerugian akibat bencana banjir bandangmencapai Rp 17,8 miliar. (*)
Sumber: Berbagai sumber


You may like

Musyawarah Daerah DPD FK-PKBM Kabupaten Garut Berjalan Lancar dan Tertib

Dukung Asta Cita Ketahanan Pangan, Bupati Garut Resmikan Bantuan Cold Storage dari PLN UID Jabar Untuk Bumdes Motekar

Dispertan Garut Bangun Rumah Burung Hantu Untuk Kendalikan Serangan Hama Tikus di Sawah

Lima Orang Jamaah Haji Asal Garut Wafat di Tanah Suci

Geger Kasus Mutilasi dalam Karung di Garut, Pelaku Diduga ODGJ

Polisi Tangkap Pria di Garut yang Konsumsi dan Jual Ganja Hasil Tanam Sendiri
Pos-pos Terbaru
- Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern






