Nasional
Pemerintah Fokus Benahi Perdagangan Online Guna Lindungi UMKM Lokal
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah fokus membenahi perdagangan online, termasuk di lokapasar, guna melindungi produk dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal.
Tiga hal yang sedang menjadi fokus pemerintah dalam pembenahan itu adalah mengatur transformasi platform, arus masuk barang, dan perdagangannya.
“Platform online misalnya, harus diatur seketat offline. Sekarang ini kita tahu Bareskrim memeriksa setiap barang yang dijual apakah memiliki izin edar, SNI, syarat halal, dan sebagainya,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Selasa (24/10/2023), dilansir dari Antara.
Teten mengungkapkan bahwa pada platform daring belum ada yang ditangkap meskipun banyak yang menjual barang ilegal atau produk yang merugikan konsumen.
Teten mengatakan bahwa selama ini pemerintah bekerjasama dengan para pemangku kepentingan dalam bisnis daring untuk terus melatih UMKM agar mahir berjualan di platform digital. Tapi di sisi lain, saat ini produk-produk lokal tengah mendapatkan ancaman serius dari produk asing yang masuk ke pasar lokal dan dijual dengan harga sangat murah.
“Misalnya produk-produk consumer good dari China kalau dijual dengan harga normal pun, seperti fesyen, elektronik, kosmetik, atau apparel, produk kita pasti tidak bisa bersaing karena mereka memiliki semua bahan baku. Isu terpenting sekarang justru bagaimana produk lokal di online bisa bersaing dengan produk dari luar. Ini yang sedang kami atur,” katanya.
Teten menekankan pentingnya melindungi pelaku usaha lokal agar jangan sampai diserbu produk luar yang dapat mematikan dua hal sekaligus, yaitu lokapasar dan produsen dalam negeri.
“Kalau hal ini terjadi, maka ini bukan bisnis model yang sustain. Ini rapuh,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kini China tidak memperbolehkan penjualan produk-produk di bawah harga pokok penjualan (HPP) untuk pasar di dalam negeri mereka. Karena itu, pemerintah harus mengatur kebijakan ekonomi digital agar pasar lokal tidak terjadi apa yang disebut sebagai kolonialisasi platform global.
“Saya Menteri UMKM. Yang saya harus lindungi produk UMKM dalam negeri. Saya diprotes di media sosial, namun peduli amat karena saya tahu banyak orang awam yang masih belum paham. Hari ini revenue sharing asing di e-commerce sudah sebanyak 56 persen dan di media sebesar 65 persen. Teman-teman di industri pariwisata perhotelan lokal juga sudah mulai diambil asing. Masa kita mau digituin?” tegas dia.
Lebih lanjut, Teten membeberkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menugaskan Menteri Komunikasi dan Informatika untuk mengatur teknologi agar jangan sampai ada praktik monopoli pada platform perdagangan secara elektronik. Sedangkan kepada Menteri Perdagangan, Presiden juga telah meminta pengaturan pembatasan terhadap sebanyak 10 barang impor.
“Ada 10 item yang dibatasi karena itu yang paling banyak diperdagangkan di online dan termasuk paling memukul produksi dalam negeri. Nanti kita akan ada pengetatan, tiru saja China. Sedangkan untuk positive list, nanti akan ada 8 peraturan menteri yang direvisi untuk mengatur 10 item ini,” katanya. (*)
Sumber: Antara


You may like

Pemkab Karawang Imbau Pelaku UMKM Segera Urus NIB Untuk Bisa Akses Pendanaan Legal

PLN PEDULI Bersama Yayasan Barisan Muda Berbudaya (BERMUDA), Adakan Pelatihan UMKM di Kabupaten Karawang

Pj Bupati Purwakarta Minta Dekranasda Buat Program Kerja Untuk Tingkatkan Perekonomian

Pemkab Karawang Berkomitmen Tingkatkan Kapasitas UMKM

Dinkop Karawang Siapkan 35 Pendamping UMKM Bersertifikasi

Sertifikasi Kompetensi untuk Pendamping UMKM: Upaya Penguatan Karawang Dalam Mendukung Pengembangan UMKM Lokal
Pos-pos Terbaru
- May Day 2026: Polres Karawang Pastikan Keberangkatan Buruh ke Monas dan DPR Berjalan Aman
- Diduga Terkena Benang, Warga Ciampel Meninggal di Atas Motor
- Gandeng Kemendagri, FISIP Unsika Gelar SemNas Bahas Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah
- Syiar, DPRD NasDem Karawang Dorong DKM dan Muadzin Masjid Dapat Honor Daerah Tahunan
- Wujud Solidaritas, Band Hard Rock Metal Karawang, NOEND Bakal Gebrak Panggung May Day di Depan Gedung DPR RI






