Regional
Pelaku Tabrak Lari Pasutri di Bekasi Sudah Menyerahkan Diri, Ternyata Anggota TNI
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pelaku tabrak lari terhadap pasangan suami istri Sonder Simbolon (SS) dan Tiurmaida (65 tahun) di Jl Raya Kampung Sawah, Pondok Melati, Kota Bekasi, menyerahkan diri kepada polisi.
Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan pelaku merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Alhamdulillah telah menyerahkan diri,” katanya dikutip dari Republika.co.id, Sabtu (6/5/2023).
Ia mengatakan pelaku langsung menjalani pemeriksaan. Namun, Erna tidak menjelaskan di mana pelaku menjalani pemeriksaannya.
“Dan sekarang sudah diamankan masih dalam pemeriksaaan,” katanya.
Sebelumnya, Rendra Falentino Simbolon (45), anak sulung dari kedua korban mengaku sudah mendapat informasi bahwa pelaku tabrak lari sudah ditangkap dan ditahan di Polsek Pondok Gede.
“Informasi yang diterima kabarnya pelaku penabrakan sudah tertangkap dan ditahan di Polsek Pondok Gede,” katanya, Jumat (5/5/2023).
Ia mengatakan, berdasarkan informasi pelaku tabrak lari itu merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Konon katanya mobil itu kemudikan oleh tentara,” katanya.
Rendra mengaku, telah didatangi anggota dari institusi TNI yang menyampaikan dari Detasemen Polisi Militer (Denpom). Namun, pihak Denpom itu tidak menyampaikan pelakunya dari satuan TNI mana.
Rendra menceritakan, pada saat kejadian kedua orang tuanya menggunakan sepeda motor untuk pergi ke pasar setelah menjenguk anaknya yang baru melahirkan.
Saat perjalanan ke pasar orang tuanya ditabrak dari arah berlawanan oleh pengendara yang menggunakan mobil Nissan X-trail Nomor Polisi daerah Surabaya.
“Jadi rencananya itu, ayah ibu itu dari rumah, kebetulan adik bungsu saya melahirkan jadi mampir ke tempat adik bungsu yang melahirkan, setelah itu mau ke pasar. Karena kan lokasinya tidak jauh dari sini, jadi mereka pakai motor,” katanya.
Rendra mengatakan, ayahnya yang bernama Sonder Simbolon sudah berusia 72 tahun dan memang ketika mengendarai motor tidak pernah kebut-kebutan. Ayah dan ibunya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat karena ditabrak dari arah berlawanan.
“Jadi posisi tabrakannya adu banteng. Makanya langsung meninggal di tempat dan lukanya parah sekali. Kaki bapak saya sebelah kanan sampai putus,” katanya. (*)
Sumber: Republika.co.id

You may like

Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon

Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026

Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur

Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah
Pos-pos Terbaru
- Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!






