Connect with us

Regional

Momen Hari Peduli Sampah Nasional, Yayasan Assolahiyah Ajak Peserta Didik dan Wali Murid Peduli Sampah Plastik

Published

on

KARAWANG – Lembaga dibawah yayasan Assolahiyah yaitu TK, KB dan SMPI Al-Firdaus mengikuti aksi serentak membuat ecobrick di hari Peduli Sampah nasional ( HPSN) 2024, Rabu (21/2/2024).

Ketua yayasan assolahiyah, Heru Saleh mengatakan, permasalahan sampah di manapun, kapanpun selalu menjadi isu sentral lingkungan yang tidak pernah selesai diperbincangkan.

“Hal ini dikarenakan masalah sampah sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, sampah dihasilkan setiap saat dan paparan sampah tersebar di mana-mana,” katanya.

Lanjut Heru, komitmen yayasan Assolahiyah menciptakan lembaga-lembaga yang peduli dengan isu lingkungan ini telah ditunjukkan dengan prestasi PAUD Al-Firdaus yang mendapat rekor muri sekolah pertama pengelola sampah jenjang PAUD dan masuk 12 besar [omba internasional tingkat ASEAN yang diselenggarakan SEAMOLEC dalam lomba waste hero.

“Kemudian SMPI Al-Firdaus yang mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Karawang,” terangnya.

Selain itu Yayasan Assolahiyah juga membentuk bank sampah induk yang saat ini memiliki 36 bank sampah unit dengan ratusan nasabah dari Lembaga lainnya di Kabupaten Karawang.

Sementara, Siti Marini selaku Koordinator Persatuan Bank Sampah Sekolah Indonesia (PEBSSI) mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk replikasi bank sampah sekolah dan kurikulum pengelolaan sampah ke setiap lembaga.

“Bahkan tahun ini sampai ke tingkat provinsi. Ada beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat yang telah melaksanakan dan akan melaksanakan replikasi diantaranya Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Indramayu dan Majalengka,” ujarnya.

Ia mengatakan, aksi serentak membuat ecobrick bersama anggota PEBBSI ini diikuti oleh ratusan siswa dan orangtua murid di lembaga masing-masing.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar bank sampah sekolah ini semakin menyebar karena semakin banyak yang mengelola sampah semakin bersih juga Karawang dan Indonesia ini. Indonesia bersih 2025 akan mudah terwujud. Salah satu kendala yang kami hadapi adalah kurangnya sarpras yang ada. Gudang bank sampah induk tidak layak untuk disebut bank sampah induk karena masih memakai atap dari spanduk bekas,” ungkapnya.

“Padahal kami sudah menampung sampah dari banyak lembaga juga dari TPST dan TPS3R lainnya di Karawang. Jumlahnya sampai berton-ton. Belum lagi alat angkut yang sangat minim.kami hanya punya gerobak sampah dan 1 unit becak motor. Itu tidak bisa mengangkut kapasitas banyak jadi terpaksa harus sewa mobil,” pungkasnya. (red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement