Nasional
Mensos: Peringatan Bencana dari BMKG Jangan Diremehkan
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengimbau jajarannya agar tidak menyepelekan peringatan bencana yang telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Menurut Risma, penting untuk segera melakukan berbagai langkah antisipasi dengan menjelaskan bahaya bencana sehingga ada persiapan untuk menghadapinya, termasuk dengan cara-cara kearifan lokal di tengah masyarakat.
“Saat kejadian gempa di Palu, BMKG sudah mengingatkan, karena tidak ada respons korbannya banyak. Karena itu, jangan sampai terjadi, tolong segera dilakukan langkah antisipatif,” kata Risma saat memberikan arahan terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial di Jakarta, Rabu (21/7/2021).
Untuk itu, Risma menyiapkan empat langkah antisipatif guna menghadapi bahaya bencana.
Pertama, mempelajari kearifan lokal masyarakat supaya lebih memahami dan menyiapkan langkah menghadapi dampak bencana.
Seperti yang dipelajari Risma saat dia berkunjung di Pulau Simelue, Aceh, dimana masyarakatnya mudah melakukan evakuasi ketika terjadi gempa dan tsunami, meski minim peralatan canggih, hingga minim korban.
Kedua, Risma menginginkan jajarannya untuk menggandeng pihak-pihak terkait komunikasi publik setempat ketika terputusnya akses komunikasi, seperti kejadian bencana Siklon di Nusa Tenggara Timur.
Seperti bekerja sama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) dan Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) yang secara teknis menguasai kondisi bencana di lapangan dan mereka bisa membantu komunikasi saat terjadi bencana.
Risma mengatakan saat pihaknya berkonsentrasi memberikan bantuan di NTT, ia terlambat mengetahui, ternyata ada wilayah lain yang dampaknya lebih berat akibat terputusnya komunikasi. Seketika, dia mengarahkan bantuan tersebut kepada orang yang dapat dihubungi untuk menyalurkan bantuan.
“Itu karena komunikasi kita terputus, padahal saya sudah mengirim barang dari Surabaya,” kata Risma.
Ketiga, Risma meminta jajarannya tidak meremehkan prakiraan yang dibuat BMKG, karena sudah dikaji secara akademis dan disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan, dan kebenaran BMKG bisa diyakini.
Keempat, agar jajaran Kementerian Sosial hingga Dinas Sosial lebih mengerti kebutuhan warga setempat yang riskan terhadap dampak bencana untuk mengurangi korban anak-anak, lansia, hingga penyandang disabilitas.
“Banyak korban disabilitas, korban tuli, tuna netra, karena dia tidak tahu apa yang terjadi. Sehingga, saat orang melarikan diri, beliau menjadi korban, karena tidak tahu dan tidak mengerti harus bagaimana,” kata Risma.
Oleh karenanya, dia mengusulkan agar tiap rumah di daerah rawan bencana, jika terdapat anak-anak, lansia, maupun penyandang disabilitas diberi tanda-tanda tertentu. Sehingga, jika ada arahan untuk mengungsi, pihak terkait dapat melakukan evakuasi segera.
Risma menekankan bencana bisa dihindari asalkan mau belajar mengerti dengan benar cara mengevakuasi diri dan menyelamatkan diri.
Tak hanya itu, Risma meminta jajarannya agar membentuk grup komunikasi lintas jajaran secara kewilayahan, sehingga mudah menjalin komunikasi. Selain itu, juga untuk mempercepat evakuasi serta penanganan bencana di suatu daerah. (*)
Sumber: Antara
You may like

BMKG: Waspadai Dampak Hujan Deras di Sejumlah Wilayah

Sepanjang 2024, BPBD Sukabumi Catat 202 Bencana, Ini yang Paling Banyak Terjadi

Waspada! BMKG Sebut Ada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 9 Juni 2024

Mensos Salurkan Bantuan Untuk Korban Longsor Garut

Gempa 6,5 M Guncang Timur Laut Garut, 11 Daerah di Jabar Terdampak

BMKG Terbitkan Peringatan Status Siaga dan Waspada Cuaca Ekstrem
Pos-pos Terbaru
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!
- Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!






