Nasional
Menkeu Sri Mulyani Jamin Nasib Ekonomi RI Tak Akan seperti Sri Lanka
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjamin kondisi perekonomian Indonesia tidak akan mengalami nasib seperti Sri Lanka. Alasannya, Indonesia memiliki ketahanan yang lebih baik sehingga mampu mencegah kondisi kebangkrutan.
Seperti diketahui, Sri Lanka saat ini bangkrut setelah gagal mengatasi krisis ekonomi yang parah selama berbulan-bulan. Negara ini memiliki tumpukan utang, mengalami gagal bayar, dan cadangan devisa yang menipis.
Sri Mulyani menuturkan, saat ini dunia mengalami berbagai gejolak dan tekanan akibat pandemi Covid-19, khususnya dari sisi geopolitik Rusia-Ukraina yang kemudian berimbas ke sektor pangan dan energi. Situasi ini mendorong lonjakan harga kedua komoditas tersebut dan juga memicu krisis di berbagai belahan dunia, salah satunya Sri Lanka.
“Seluruh dunia sekarang menghadapi konsekuensi dari geopolitik dalam bentuk kenaikan harga bahan-bahan makanan dan energi yang mendorong lebih tinggi lagi inflasi, setelah tadinya sudah meningkat akibat pandemi,” ujarnya dalam konferensi pers rangkaian Pertemuan G20 di Bali dilandsir Kompas.com, Rabu (13/7/2022).
Kenaikan inflasi yang tinggi bahkan dialami pula oleh negara-negara maju yang biasanya mengalami deflasi.
Kondisi lonjakan inflasi tersebut pada akhirnya membuat negara-negara mengambil kebijakan antisipatif, tetapi tidak semua negara memiliki ketahanan yang cukup untuk mampu bertahan di tengah ketidakpastian global.
“Beberapa negara kalau kondisi awalnya tidak kuat, apalagi sesudah dua tahun dihadapkan pada pandemi, ketidakuatan itu dilihat dari berbagai faktor. Pertama, neraca pembayarannya, yaitu apakah trade account, capital account, dan cadangan devisa negara tersebut memadai dampaknya kepada nilai tukar,” jelas Sri Mulyani.
Selain itu, yang juga menjadi faktor adalah ketahanan ekonomi suatu negara berbeda-beda. Terlebih mengingat terjadinya kenaikan harga pangan dan energi, serta kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.
“Jadi kalau mereka mengalami kontraksi akibat pandemi dan belum pulih, ditambah dengan kemudian inflasi yang sekarang terjadi, ini akan makin menimbulkan kompleksitas suatu negara,” ucap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.
Faktor lain yang turut memengaruhi kemampuan bertahan suatu negara yaitu kebijakan moneter dan kondisi fiskalnya, serta kondisi utang pemerintah ataupun swasta dan kemampuan membayarnya. Hal itu sangat memengaruhi kemungkinan terjadinya krisis suatu negara.
Sri Mulyani pun menilai, indikator-indikator ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi yang cukup baik. Dengan demikian, risiko resesi ekonomi yang dialami Indonesia hanya sebesar 3 persen, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Bloomberg.
Kondisi tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan negara lainnya yang bahkan memiliki potensi resesi lebih dari 70 persen.
Kendati demikian, ia memastikan bahwa pemerintah tidak akan terlena dengan hal itu dan akan tetap mewaspadai ketidakpastian global.
“Ini tidak berarti kita terlena, tapi tetap waspada. Namun, pesannya adalah kita tetap akan menggunakan semua instrumen kebijakan, naik itu fiskal, moneter, sektor finansial, dan regulasi lainnya untuk memonitor itu (potensi resesi), termasuk kondisi dari korporasi Indonesia,” pungkas Sri Mulyani. (*)
Sumber: Kompas.com

You may like

Pemindahan Penerbangan ke BIJB Kertajati Langkah Penting Dongkrak Ekonomi dan Investasi

Menko Airlangga: Per 30 Juni 2023, Penyaluran KUR Capai Rp 105,47 T

Sri Mulyani Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semester II Capai 5,3 Persen

Airlangga Sebut Penerapan Continue Learning Dapat Tingkatkan Produktivitas

Kemenkeu: Penerimaan Pajak per Mei 2023 Capai Rp 830,29 Triliun

Sri Mulyani Siapkan Anggaran Pemilu 2024 Mencakup Potensi Dua Putaran
1 Comment
Leave a Reply
Batalkan balasan
Leave a Reply
Pos-pos Terbaru
- Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Menjadi 600 Pohon untuk Selamatkan Habitat Elang Jawa
- Kompak! Kades hingga Linmas di Amansari Karawang Gotong Royong Bangun Rumah Warga yang Nyaris Roboh
- Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan
- Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional
- Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga








graliontorile
26 Agustus 2022 at 03:41
Today, I went to the beach with my children. I found a sea shell and gave it to my 4 year old daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She put the shell to her ear and screamed. There was a hermit crab inside and it pinched her ear. She never wants to go back! LoL I know this is completely off topic but I had to tell someone!