Connect with us

Kesehatan

Mengetahui Bahaya Diet Telur Rebus

Diposting

pada

INFOKA.ID – Diet telur rebus merupakan diet yang menjanjikan turun berat badan secara cepat karena mengutamakan manfaat protein sebagai booster metabolisme.

Dalam sehari, orang yang menjalani diet ini boleh mengonsumsi 2-3 butir telur rebus serta mengurangi makanan tinggi karbohidrat.

Pola diet telur rebus dinilai mirip dengan diet tinggi protein. Akan tetapi, Anda perlu tahu bahwa ada sejumlah bahaya diet telur rebus yang mengintai kesehatan.

Pertimbangannya, diet telur rebus tergolong diet ketat dan membatasi banyak jenis makanan. Berikut sejumlah risiko yang mungkin muncul ketika menjalankan diet telur rebus, merujuk Healthline.

Malnutrisi

Meski protein telur meningkatkan kerja metabolisme, tubuh Anda tetap perlu nutrisi seimbang lainnya dari karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral yang tidak sepenuhnya ada di telur.

Apabila tubuh kekurangan nutrisi penting, efeknya justru lebih serius karena fungsi tubuh jadi bekerja tidak maksimal, kurang berenergi, dan menghambat kegiatan sehari-hari.

Diet tinggi protein serta rendah karbohidrat juga bisa menyebabkan ketosis. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan karbohidrat untuk dibakar menjadi energi.

Berat badan ‘yoyo’

Metode diet telur rebus memang diklaim bisa turunkan berat badan dengan cepat. Namun penurunan berat badan yang cepat dan ekstrem umumnya memicu berat badan naik-turun tak menentu alias ‘yoyo’.

Boleh jadi Anda merasa senang karena terbukti ampuh menurunkan berat badan. Tapi kondisi ini tidak akan bertahan lama. Sebab yang hilang bukan lemak melainkan cairan tubuh.

Berdasarkan anjuran Kemenkes, berat badan turun secara normal yaitu 0,5-1 kg per minggu, dan bukan dalam hitungan minggu bisa drastis lebih dari 1 kg kecuali menderita penyakit serius.

Meningkatkan kolesterol

Bahaya diet telur rebus yang dilakukan dalam jangka panjang berisiko meningkatkan kolesterol dalam tubuh, seperti dikutip Medical News Today.

Pasalnya ketika Anda menjalani diet ini, konsumsi telur akan lebih banyak dari biasanya, sehingga khawatir memicu lonjakan kolesterol dan berisiko pada penyakit kardiovaskular.

Terutama bagi yang memiliki riwayat alergi, sebaiknya jangan mengikuti diet telur karena bisa menimbulkan reaksi seperti ruam kulit, biduran, mual, gatal, hingga gangguan pencernaan. (*)

Advertisement
Tinggalkan pesan

Balas Pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement