Nasional
Mendikbud Dorong Akselerasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Setelah Vaksinasi
Published
6 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah mendorong akselerasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama.
Dilansir dari CNNIndonesia.com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengimbau satuan pendidikan yang sudah menerima vaksinasi untuk segera memenuhi daftar periksa dan menawarkan opsi PTM terbatas. Namun, ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pemaksaan.
“Perlu ditekankan bahwa tidak boleh ada orang tua murid yang dipaksa. Orang tua berhak memilih apakah anaknya ikut PTM terbatas atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). SKB ini sudah berlaku. Tidak perlu menunggu tahun ajaran baru untuk melakukan PTM terbatas,” kata Nadiem, Kamis (1/4).
Nadiem menjelaskan, saat ini sekitar 20-22 persen sekolah di Indonesia mulai mengadakan PTM terbatas. Di negara-negara kawasan Asia Pasifik lain, hampir 85 persen sekolah sudah melaksanakan PTM secara penuh.
Nadiem menyatakan, pemerintah mempersiapkan banyak hal demi mengakselerasi kesiapan PTM secara menyeluruh. Salah satunya, vaksinasi yang diprioritaskan kepada guru dan tenaga kependidikan yang ditargetkan tuntas pada pertengahan tahun. Data Kementerian Kesehatan pada Rabu (31/3) menunjukkan, 550 ribu guru dan tenaga pendidik sudah divaksin.
“Kenyataannya adalah kita harus hidup dengan pandemi Covid-19. Satu-satunya opsi, kita harus melaksanakan tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat agar Indonesia tidak kehilangan satu generasi,” ujarnya.
“Harapannya sampai akhir Juni semua guru dan dosen di seluruh Indonesia sudah divaksinasi semua, jumlahnya sekitar 5,5 juta, termasuk yang di bawah binaan Kementerian Agama. Sehingga semua sekolah bisa memulai PTM terbatas,” kata Nadiem.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mengungkapkan dukungan terhadap rencana PTM terbatas. Ia menuturkan, Pemkab Bogor memiliki data yang menunjukkan 85 persen orang tua menginginkan PTM, yang sudah diterapkan beberapa sekolah di Kabupaten Bogor sejak awal Maret. Dari verifikasi, ada 170 sekolah siap menjalankan PTM Terbatas.
“Kita harus bergerak cepat, berani, tapi hati-hati juga dalam mengambil tindakan. Kami yakin dengan kedisplinan yang kuat kita pasti bisa melaksanakan PTM terbatas dengan aman,” ujar Nadiem. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com

You may like

Buntut Kisruh PPDB 2023, DPR Segera Panggil Mendikbudristek

Mendikbudristek Targetkan 600 Ribu Guru Honorer Jadi P3K

Nadiem Sebut RUU Sisdiknas Jadi Solusi Peningkatan Kesejahteraan dan Jaga Kualitas Guru

Kemendikbudristek Ubah Pola Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Nadiem: RUU Sisdiknas Beri Penghasilan Layak pada Guru

Kemenkes: Sekolah Tatap Muka Masih Aman Asal Taat Prokes
1 Comment
Leave a Reply
Batalkan balasan
Leave a Reply
Pos-pos Terbaru
- Sharp Perluas Party Speaker, Hadirkan Phantom Series dan Core Blast Series untuk Beragam Gaya Hidup Konsumen
- Komisi II DPRD Karawang Minta Pengelolaan Pasar Telagasari Dikembalikan ke Desa dan Dimusyawarahkan dengan Pedagang
- Bupati Karawang Lantik 2.251 Anggota BPD, Minta Perketat Pengawasan Anggaran Desa
- Prakasa 1 Berikan Apresiasi Kepada Mitra Finco Dan Karyawan Di Gala Dinner
- Ketum IKA-MUBA Apriyadi Mahmud Rancang Program Permodalan UMKM Bareng OJK






graliontorile
26 Agustus 2022 at 07:37
Hmm is anyone else experiencing problems with the images on this blog loading? I’m trying to figure out if its a problem on my end or if it’s the blog. Any responses would be greatly appreciated.