Connect with us

Bisnis

Melalui Desa Digital, BJB Karawang Ingin Wujudkan Ekonomi Kerakyatan

Diposting

pada

KARAWANG – Sejumlah 24 desa di Karawang tengah disulap menjadi Desa Digital. Program itu digagas BJB Karawang.

Program ini tentu saja menggandeng pemerintah desa, dan berkoordinasi dengan kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Karawang.

“Ada 24 desa. Yang sudah matang Desa Parakan, Kecamatan Tirtamulya, Karawang,” ujar Kepala Bjb Cabang Karawang, Arfandy di Kantor Bjb Cabang Karawang, Rabu (6/9/2021).

Dalam Desa digital, masyarakat diajak bertransaksi secara digital. Bukan saja soal urusan perbankan, melainkan juga soal pembayaran dan transaksi secara digital pada merchant BJB Karawang di desa itu. Transaksi bada merchant itu bisa menggunakan sistem QRIS. QRIS merupakan pembayaran digital menggunakan scan QR Code dan dapat di scan atau dikenali, di baca oleh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran PJSP).

Di kantor desa, BJB menghadirkan mini bank. Seorang petugas dari warga yang telah dilatih disiagakan. Masyarakat bisa melakukan tarik dan setor tunai hingga bayar-bayar. Mulai dari PBB, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga isi ulang uang elekronik.

“Masyarakat tak lagi jauh-jauh ke kantor cabang. Kami buat agar masyarakat nyaman,” ungkap Arfandy.

Tak hanya itu, Bjb juga memfasilitasi wifi untuk mendukung aktivitas digital masyarakat. Juga CCTV yang terhubung ke command center Polres Karawang.

“Semua itu BJB Karawang yang membiayai,” ucap dia.

Kredit tanpa agunan pesaing bank emok

BJB juga memfasilitasi masyarakat pelaku usaha kecil dengan kredit tanpa agunan dan tanpa bunga. Peminjam hanya dibebankan biaya administrasi yang dibayar dimuka maksimal 9,5 persen sesuai plafon pinjaman.

“Maksimal peminjaman Rp 5 juta. Jika pinjam sejumlah itu, administrasinya Rp 475.000 ribu sebagai pengganti uang kertas dan administrasi lainnya,” ungkap dia.

Kredit ini bisa diajukan pada masyarakat berkelompok yang terdiri atas lima orang. Syarat ini mirip dengan saat mengajukan pinjaman ke koperasi, atau yang di Karawang dikenal dengan Bank Emok. Bedanya bank emok menarik bunga tinggi dan sistem tanggung renteng.

“Tidak ada istilah yang lancar menanggung yang macet di Kredit Mesra,” ungkapnya.

Kredit Mesra hadir untuk memberi pilihan pinjaman bagi masyarakat. Misalnya dari bank emok, rentenir, ataupun pinjaman online (pinjol) yang cara menagihnya cukup meresahkan.

“Kami menyajikan pilihan kepada masyarakat. Karena kalau membarantas bank emok tidak mungkin,” ujar dia.

Selain itu ada juga KUR Pertanian. Yang sudah terlaksana yakni KUR Pertanian kepada anggota BMT Niaga Utama dengan garapan sebesar 2.000 hektare atau setara dengan nominal Rp32 miliar

Ekonomi kerakyatan

Seperti diketahui BJB Karawang adalah perbankan yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah daerah. Artinya uang rakyat.

“Karena itu kami menggagas program untuk kemakmuran rakyat. Kami ingin menghidupkan ekonomi kerakyatan,” ungkap dia.

Dengan pinjaman tanpa agunan dan bunga misalnya, masyarakat tak harus berurusan dengan rentenir atau pinjol yang bunganya mencekik. Belum cara menagih yang kerap membuat kesal.

Untuk mewujudkan itu, BJB Karawang melatih dan mendampingi masyarakat yang jadi peminjam, mulai dari hulu hingga hilir. Pada program ini, teler pada mini bank di desa bukan pegawai BJB Karawang. Melainkan warga yang dilatih. Tujuannya untuk menjadikan masyarakat mandiri.

“Menyerap tenaga kerja, meskipun satu orang. Dan dia menggaji dirinya sendiri,” kata dia.

Progres

Desa Digital pertama kali diresmikan pada 17 Juni 2021 oleh Gubernur Jawa Barat, yakni Desa Digital Parakan.

Saat ini sudah ada 24 desa yang setuju dengan Desa Digital dengan nasabah hingga 10 ribu orang. Hingga akhir tahun 2021, BJB Karawang menargetkan 60 desa digital yang tersebar di 30 kecamatan dengan kredit sekitar Rp 1,3 triliun.

“Kita optimistis target tercapai,” ungkap dia.

Arfandy menyebut desa sangat antusias menyambut program ini. Beberapa kepala desa atau camat pun berujar ingin desa digital diterapkan di wilayahnya. (rls)

Advertisement
Tinggalkan pesan

Balas Pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement