Nasional
Masyarakat Tak Khawatir Harga Beras Naik, Mendag: Bisa Dibantu Subsidi
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta masyarakat tak perlu khawatir terkait kenaikan harga beras sebab pemerintah akan memberi subsidi untuk selisih harga jualnya.
“Misalnya, harga beras dari Bulog sekian lebih, bisa dibantu subsidi jadi tidak perlu khawatir sebetulnya karena dibiayai pemerintah (selisih harganya),” ucap Zulhas dalam acara Kinerja 100 Hari Kerja Menteri Perdagangan di Jakarta, Minggu (26/9/2022).
Dengan demikian, kata dia, masyarakat tidak akan membayar lebih mahal terhadap beras lantaran pemerintah memiliki mekanisme cadangan stabilisasi harga dan pasokan (CSHP).
Menurutnya, harga beras merangkak naik disebabkan oleh melonjaknya harga gabah dari Rp 4,400 menjadi Rp 5.500.
Hal itu dipicu oleh perusahaan besar berebut menyerap gabah dari petani di pulau Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.
Menghadapi ancaman pemenuhan beras nasional, Zulhas mengaku tak akan ragu untuk mengambil langkah impor jika memang diperlukan.
“Soal beras, tidak ada tawar menawar karena (kontribusinya) terhadap inflasi 3,3 persen. Beras langka tidak kebayang. Impor pun saya rela. Agar itu betul-betul dijaga. Kalau mahal, harus ada operasi pasar,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk memitigasi kenaikan harga beras, pihaknya terus berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk melakukan intervensi pasar. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa membeli beras dengan harga murah.
Sementara dari sisi stok, Zulhas menyebutkan saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di gudang milik Perum Bulog mencapai 800 ribu ton sehingga masih akan mampu mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun.
Dia pun mengaku tak akan ragu untuk mengambil langkah dalam mengimpor beras jika memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan.
“Soal beras tidak ada tawar menawar karena (kontribusinya) terhadap inflasi 3,3 persen. Beras langka tidak kebayang. Impor pun saya rela. Agar itu betul-betul dijaga. Kalau mahal harus ada operasi pasar,” tegasnya.
Selain beras, pemerintah juga akan memberi subsidi selisih harga jual untuk kedelai jika harga kedua komoditas tersebut naik di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni kedelai sebesar Rp 1.000 per kilogram dan jagung Rp 1.500 per kilogram.
Sementara itu, Sekjen Kemendag Suhanto dalam kesempatan yang sama menyebutkan, pemerintah memiliki mekanisme Cadangan Stabilisasi Harga dan Pasokan (CSHP) untuk bisa menjaga stabilitas harga beras.
“Pemerintah itu punya namanya Cadangan Stabilisasi Harga dan Pasokan (CSHP), di mana apabila harga beras lebih tinggi dari HET, bulog akan turun tangan dan sisanya akan dibayar pemerintah,” ujarnya.
Suhanto juga menjelaskan bahwa harga beras saat ini hanya naik 0,9 persen dibanding tahun lalu.
“Jadi tidak perlu khawatir, harga pasti terkendali dan Bulog mulai besok bersama Pak Menteri Perdagangan mulai intervensi karena ada kenaikan sedikit,” jelasnya. (*)
Sumber: Antara

You may like

Sidak ke Koperasi Merah Putih di Jatimakmur, Perum Bulog Pastikan Ketersediaan Stok Beras SPHP Terkendali

Sidak ke Pasar Padalarang, Mendag Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali Jelang Idul Adha

Mendag Tegaskan Pengusaha SPBU Jangan Main curang, Bisa Disanksi Pidana

Bapanas: Harga Beras Turun Jika Produksi Meningkat

Mendag Beberkan Penyebab Harga Pangan Naik di Awal Ramadhan

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM
Pos-pos Terbaru
- Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern







