Connect with us

Regional

Longsor di Sumedang Jawa Barat, 11 Orang Tewas Tertimbun Tanah, Danramil Jadi Korban

Published

on

INFOKA.ID – Tanah longsor terjadi di Sumedang, Jawa Barat, dan menewaskan sedikitnya 11 orang.

Dari ke-11 orang korban tewas itu di antaranya Komandan Koramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang.

Lokasi tanah longsor tepatnya berada di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Awalnya terjadi longsor pada siang hari, 14 rumah rusak berat dan 8 orang masih dalam pencarian karena tertimbun material longsor.

Namun, musibah kembali datang jelang malam hari yang menyebabkan kerusakan yang lebih besar dan memakan korban jiwa.

Kepala Kantor Basarnas Bandung Deden Ridwansyah mengatakan 22 korban tertimbun, tiga di antaranya selamat, 11 dalam keadaan meninggal dunia dan 8 orang dari longsoran pertama masih dalam pencarian.

“Ada pun korban pada longsoran kedua masih dalam pendataan, seluruh korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Sawah Dadap,” ujar Deden dalam keterangan resminya, Minggu (10/1/2021).

Danramil Cimanggung, Kapten Inf. Setyo Pribadi hingga kini masih hilang kontak dan masih dalam pencarian. Bahkan, salah satu anggota Polsek Cimanggung, Ipda Dani telah ditemukan dalam kondisi setengah badan tertimbun longsor.

Menurut Anggota Subsektor 15 Citarum harum, Serka Erik yang membantu di lapangan mangatakan, pencarian terhadap Danramil Cimanggung terus dilakukan. Namun mengingat kondisi cuaca dalam kondisi hujan, pencarian pun manjadi terhambat.

Kata Erik, pencarian terus akan dilakukan oleh anggota lainnya secara bergantian, bahkan pihaknya pun dibantu dengan alat berat.

“Setelah longsor susulan, Danramil (Kapten Inf. Setyo Pribadi) hilang kontak. pencarian masih dilakukan menggunakan alat berat. Hanya sekarang giliran,” katanya.

Erisca mengatakan, longsor susulan terjadi tepat pada pukul 19.30 WIB. Saat itu petugas yang tengah melakukan pendataan terkena serpihan dan material lumpur.

Menurut salah seorang warga, Andri (37) menyebutkan, saat terjadinya longsor susulan sebelumnya terdengar suara gemuruh dari lokasi longsor.

“Kondisi masih hujan, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Taunya itu longsor susulan,” ujar Andri. (*)