Connect with us

Regional

Bey Machmudin: Rumah yang Tertimbun Longsor di Sukabumi Bakal Diganti

Published

on

INFOKA.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin meninjau langsung lokasi longsor yang menimbun 13 rumah di Kampung Cibatu Hilir, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Senin (29/1/2024).

Bey melakukan peninjauan bersama dengan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan, serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dani Ramdan.

“Penanganan pengungsi sudah sangat baik. Pengungsi dengan penderita darah tinggi dan sebagainya terus diperhatikan,” ujar Bey Machmudin.

Saat ini, kata dia, Pemprov Jabar beserta Pemda Kabupaten Sukabumi akan memikirkan solusi yang tepat untuk menentukan tempat tinggal untuk para pengungsi dengan menunggu hasil assesment kondisi tanah di lokasi bencana dari tim Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Kita bersama-sama mencari solusi bagaimana rumah tinggal saudara kita ini. Apa nanti direlokasi atau menunggu hasil dari Badan Geologi. Apakah di sini masih bisa ditempati atau harus dipindah,” kata Bey.

Bey juga berbicara masalah penggantian rumah bagi warga yang rumahnya tertimbun longsor.

Soal nominal penggantian bagi warga yang rumahnya tertimbun longsor, secara aturan Bey menyebut yang rumahnya rusak ringan diganti Rp 15 juta. Namun, pihaknya tidak bisa memberikan langsung berbentuk uang.

“Ini karena kondisi tanah jadi kita tidak bisa memberikan hanya misalkan kalau rusak ringan Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, ini kita tidak bisa menggunakan hal itu, tapi kami akan memberikan cara seperti apa yang terbaik untuk masyarakat, karena kalau dikasih uangnya apakah cukup dengan uang segitu untuk bangun rumah, gitu kan,” ucap Bey.

Bey melarang pengungsi untuk mengambil barang-barang yang sudah tertimbun tanah karena masih berpotensi terjadi longsoran susulan.

“Jika tertimbun, akan susah dan membahayakan, dan kami diusahakan jangan dulu mengambil barang yang tertimbun,”katanya.

Bey meminta Wakil Bupati Sukabumi agar anak-anak tidak lepas belajar walau masih tinggal di lokasi pengungsian. Ia menyebut Dinas Pendidikan akan memberikan peralatan untuk bersekolah.

“Saya meminta kepada Wakil Bupati, anak – anak harus sekolah walaupun tidak ada seragam. Dipaksakan saja sekolah tanpa seragam, tapi insyaallah Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi akan melengkapi seragam, sepatu dan sebagainya,” kata Bey.

Untuk diketahui, peristiwa longsor terjadi di Kampung Cibatu Hilir Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (24/1/2024).

Longsor membuat 13 rumah tertimbun dengan total jiwa yang kehilangan tempat tinggal berjumlah 54 orang. Jumlah pengungsi dari 16 KK, terdiri dari balita tiga jiwa, anak 12 jiwa, dewasa 36 jiwa, Lansia 2 jiwa, disabilitas 1 jiwa. (*)