Regional
Lindungi Masyarakat Dari Penyakit, Bupati Anne Perintahkan Kualitas Udara Purwakarta Dijaga
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika meminta jajarannya untuk mengantisipasi terjadinya penurunan kualitas udara dampak dari musim kemarau yang panjang dan ekstrim.
Perintah itu diberikan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat bisa terhindari dari berbagai potensi penyakit yang disebabkan kualitas udara yang buruk.
Perintah itu sekaligus sebagai langkah antisipasi menyusul terjadinya penurunan kualitas udara di sejumlah kota besar diantaranya DKI Jakarta dan kawasan Bodetabek (Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi).
“Kualitas udara di Purwakarta harus terus dijaga berada dalam kondisi baik. Harus disiapkan langkah antisipasi yang mampu mencegah terjadinya penurunan kualitas udara di Purwakarta. Kita harus melindungi masyarakat dari berbagai potensi penyakit yang ditimbulkan dari penurunan kualitas udara,” kata Anne, Jumat (18/8/2023).
Ia juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengingat musim kemarau yang ekstrem dampak dari fenomena El Nino akan berpengaruh pada kesehatan manusia.
“Tingkatkan kebiasaan pola hidup bersih dan sehat, musim kemarau yang ekstrim akan berpengaruh pada daya tahan tubuh manusia yang berdampak pada kualitas kesehatan,” ujarnya.
Cuaca panas dan debu yang saat ini melanda karena dampak dari musim kemarau menurut Bupati perempuan pertama di Purwakarta dikhawatirkan berdampak pada kualitas udara di Purwakarta.
Anne juga menginstruksikan para stakeholder di jajaran Pemkab Purwakarta untuk mewaspadai setiap fenomena alam yang terjadi, seperti kualitas udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Kita harus bersiaga penuh untuk mencegah dan mengantisipasi setiap fenomena yang terjadi. Melakukan pencegahan itu jauh lebih baik dari pada mengobati,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Purwakarta melalui metode passive sampler kualitas udara di kabupaten tersebut dalam kondisi cukup baik, dan tidak tercemar.
Metode passive sampler merupakan pemantauan mutu udara ambien, dan merupakan salah satu upaya untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan program pengendalian pencemaran udara.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan dan Lingkungan (P2KL) DLH Purwakarta Agung Mutaqin mengatakan, faktor pendukung lainnya seperti Ruang Terbukan Hijau (RTH) yang berada di pusat kota cukup membantu menjaga kualitas udara di Purwakarta.
“Geografis di Purwakarta itu kan banyak di dominasi oleh wilayah perkebunan karet, teh, kehutanan dan perkebunan warga, dan perkebunan bambu di Sukasari, termasuk RTH di pusat kota, keberadaan itu sangat membantu menjaga kualiatas udara di Purwakarta,” ujar Agung.
Agung menjelaskan, faktor lainnya kualitas udara di Purwakarta terjaga karena pengelolaan emisi di sektor industri masih bisa dikenadalikan.
“Aktivitas kendaraan dan emisi disektor industri masih bisa kita kendalikan. Kita juga melakukan pengujian berkala untuk kualitas udara di Purwakarta,” ujarnya. (*)

You may like

2026, Pemkab Karawang Bangun 2441 RTLH

Dua Tahun Ajukan Rutilahu Tak Kunjung Terealisasi, Warga Jayakerta Menangis Berharap Bantuan Bupati Karawang

Personel Gabungan Laksanakan Patroli KRYD, Polresta Karawang Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Polresta Karawang Tangani Laporan Dugaan Kekerasan terhadap Anak, Proses Penyelidikan Dilakukan Satres PPA dan PPO

Polresta Karawang Dalami Dugaan Pengrusakan Saat Proses Penyelidikan Peredaran Obat Keras Tertentu

PHE ONWJ Dukung Pelestarian Seni Budaya Pesisir Pantura
Pos-pos Terbaru
- 2026, Pemkab Karawang Bangun 2441 RTLH
- Dua Tahun Ajukan Rutilahu Tak Kunjung Terealisasi, Warga Jayakerta Menangis Berharap Bantuan Bupati Karawang
- Personel Gabungan Laksanakan Patroli KRYD, Polresta Karawang Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
- Polresta Karawang Tangani Laporan Dugaan Kekerasan terhadap Anak, Proses Penyelidikan Dilakukan Satres PPA dan PPO
- GEMPA DI TUBUH POLRI! Ratusan Pamen Dimutasi, Kursi Panas Kapolres Muba Hingga Lubuklinggau Resmi Berganti!







