Connect with us

Regional

LBH Cakra Indonesia Ingatkan Kapolres Karawang yang Baru Untuk Fokus Tangani Kasus Program Prioritas Pemerintah

Published

on

KARAWANG – Direktur LBH Cakra Indoensia Hilman Tamimi SH mengingatkan kepada Kapolres Karawang yang baru untuk fokus kepada kasus-kasus besar yang berhubungan langsung dengan hajat hidup orang banyak.

Hilman mengungkapkan kasus-kasus besar menurutnya yang berkaitan dengan program prioritas pemerintah dalam penanganan pandemi.

“Kita tahu sendiri kemarin yang viral terjadi peristiwa dosis vaksinasi yang diduga tidak disuntikan kepada penerima vaksin oleh salah satu petugas vaksiantor di Puskesmas Wadas Karawang,” ungkapnya.

Kepada APH, dinilai tidak serius dalam pengungkapan peristiwa tersebut. Artinya, masih kata Hilman, Pemkab Karawang pun terkesan abai dalam kasus itu bahkan terkesan reaksioner dalam mengeluarkan statmennya.

Menurut Hilman, seharusnya ada pembuktian yang ilmiah secara medis untuk mengetahui dosis vaksin itu diinjeksikan atau tidak.

“Seharusnya ada bukti laboratorium yang valid untuk membuktikan ada tidaknya dosis vaksin di dalam tubuh penerima vaksin,” katanya.

Selain itu ia mengungkapkan kasus besar lainnya adalah dugaan pungli terkait konpensasi kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh tumpahan minyak oil spil PT Pertamina PHE ONWJ.

Ada sejumlah desa yang terdampak tumpahan oli spil di laut utara Karawang. diantaranya Kecamatan Pakisjaya, Kecamatan Cibuaya, Kecamatan Pedes, Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Cilamaya.

Terungkap dalam investigasi singkat oleh lbh cakra bahwa ada sejumlah oknum aparat desa yang melakukan aksi pungli kepada masyarakat penerima manfaat konpensasi tersebut.

“Jumlah uang penerima bervariatif dan nilai punglinya pun juga bervariatif,” ungkapnya.

Dari hasil investigasi pihaknya mengantogi sejumlah bukti yang merujuk pada aksi pungli aparat desa tersebut.

“Yang sempat ada aduan ke kantor kami adalah Desa Sungaibuntu, KecamatanPedes,” katanya.

Berdasarkan informasi yang beredar kades Sungaibuntu dan sejumlah bawahannya yang diduga terlibat aksi pungli tersebut sudah dipanggil pihak Polres Karawang untuk dimintai klarifikasi. (sgt)