Regional
KP4 Sinyalir Pembangunan Kolom Penyangga TPT Situ Cigangsa Tidak Sesuai RAB BBWS
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
PURWAKARTA – Pusat Pengkaji Pembangunan Purwakarta mensinyalir pemasangan kolom di tembok penahan tanah (TPT) area pekerjaan proyek pemeliharaan berkala Situ Cigangsa tidak sesuai spek.
Pasalnya, pekerjaan pemasangan kolom di TPT tersebut menggunakan besi yang tidak sesuai spek serta tidak memakai batu split (kerikil) saat melakukan pengecoran.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pusat Pengkaji Pembangunan Purwakarta (KP4) Budi Pratama ketika dihubungi, Sabtu (9/9/2023).
Menurutnya, pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari orang yang mengetahui persis pekerjaan pemasangan kolom di TPT Situ Cigangsa.
“Saya tidak sembarangan menyampaikan informasi tersebut setelah dilakukan pengkajian dan survey ke lapangan,” kata Budi.
Informasi dari sumber yang meminta namanya dirahasiakan itu menyebutkan mengetahui persis pekerjaan pemasangan kolom di TPT termasuk masalah pengecoran kolom yang tidak dicampur split.
“Bagaimana kolom tersebut bisa bertahan lama kalau pengecoran nya sendiri tidak dicampur split serta menggunakan besi yang tidak sesuai RAB,” jelasnya.
Diakuinya, pembuatan kolom penyangga di TPT dilakukan setiap lima meter pemasangan batu.
“Jadi setiap lima meter pemasangan batu penahanan tanah dibangun kolom penyangga. Kira-kira jumlah kolom penyangga yang sudah dibangun sebanyak 60 buah,” ujarnya.
Selain itu, masalah lain yang bisa menimbulkan persoalan baru yaitu soal dimensi (ketebalan) pemasangan batu TPT harusnya 30 sampai 40 tapi kenyataanya hanya 20.
Sementara itu, Pimpinan Proyek pemeliharaan Situ Cigangsa dari PT Kalembo Ade Mautama Anjar Ermaya ketika ditemui membantah bahwa besi yang digunakan untuk pengecoran kolom penyangga menggunakan besi yang tidak sesuai spek.
“Tidak pak, kami memakai besi coran sesuai spek yaitu ukuran 12,” kata Anjar.
Dia menepis tudingan bahwa pengecoran kolom penyangga tidak dicampur dengan split.
“Pokoknya kami dalam melaksanakan pekerjaan di Situ Cigangsa sudah sesuai aturan. Pasalnya pengawasan dari BBWS hampir setiap hari di lapangan,” jelas Anjar Ermaya. (Taufik Ilyas)

You may like

Lumpur Pengerukan Irigasi Berserakan di Jalan, Warga Kutajaya Karawang Keluhkan Proyek Normalisasi Berujung Kecelakaan

Habib Luthfi Membawa Pesan Damai, Ketua DPRD Karawang Apresiasi Kegiatan “Karawang Bersholawat”

“Karawang Bersholawat” Dihadiri Habib Luthfi, Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Spiritual

Selesai Apel HSN, Muspika – KUA Telagasari Khotmil Quran Berjamaah Bareng Ratusan Santri Ghoyatul Jihad

Sinergi Ketahanan Pangan, PT Pupuk Kujang Dukung Program Kemandirian Warga Binaan Lapas Karawang

Kasus Korupsi KPR Bank Himbara, Kejari Karawang Kembali Sita 68 Tanah Senilai Rp11,6 M dan Uang Rp1,1 M
Pos-pos Terbaru
- Lumpur Pengerukan Irigasi Berserakan di Jalan, Warga Kutajaya Karawang Keluhkan Proyek Normalisasi Berujung Kecelakaan
- Habib Luthfi Membawa Pesan Damai, Ketua DPRD Karawang Apresiasi Kegiatan “Karawang Bersholawat”
- “Karawang Bersholawat” Dihadiri Habib Luthfi, Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Spiritual
- Selesai Apel HSN, Muspika – KUA Telagasari Khotmil Quran Berjamaah Bareng Ratusan Santri Ghoyatul Jihad
- Sinergi Ketahanan Pangan, PT Pupuk Kujang Dukung Program Kemandirian Warga Binaan Lapas Karawang






