Regional
Korban Keracunan Makanan di Sukabumi Bertambah Jadi 24 Orang
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Korban keracunan makanan yang dialami warga Dusun Ciangkrek, Desa Mekarasih, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bertambah lagi. Kasus keracunan yang diduga akibat mengonsumsi ikan cue atau pindang ini bertambah.
Survailans Puskesmas Simpenan, Ibing Rianto mengatakan, saat ini tercatat 24 orang yang keracunan, setelah sebelumnya hingga pukul 00.00 WIB dini hari tercatat 18 orang.
“Alhamdulillah berkat koordinasi forum pimpinan kecamatan Simpenan, pada saat ini keracunan makanan yang diduga dari ikan cue, kronologi resminya kita sedang mengumpulkan data faktual. Dari 24 orang yang dinyatakan mengalami mual, muntah, pusing, diare, sakit ulu hati, dan sakit kepala itu awal mulanya saat berbuka puasa,” ujarnya, Rabu (5/5/2021).
Keracunan ini terjadi setelah buka puasa pada Selasa (4/5/2021).
“Karena kejadian setelah buka, itu yang dimakan warga itu di antaranya ada nasi, air minum seperti biasa, dan ada ikan cue. Dari warga yang ada gejala karena makan ikan cue itu melapor ke Kadus,” katanya.
Ia menegaskan, warga yang dirawat memang benar mengalami keracunan makanan diduga dari ikan cue.
“Betul, ini berdasarkan gejala, berdasarkan muntahan, itu diduga keracunan ikan cue. Iya bisa dipastikan ini keracunan makanan. Dari 24 orang itu bisa dipastikan mengonsumsi ikan cue tersebut,” jelasnya.
“Kami sudah ambil sampel, akan dikirimkan ke Dinas Kesehatan, melalui Dinas Kesehatan ke BPOM Bandung, tapi memang hasilnya masih lama,” ucapnya.
Menurutnya, dari 24 orang ini terdapat enam orang yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Cibuntu, sedangkan sisanya dipulangkan.
“Dari 24 orang alhamdulillah hari ini sekarang yang tersisa tinggal enam orang yang masih dipantau,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah warga Dusun Ciangkrek, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat keracunan setelah menyantap hidangan berbuka puasa, Selasa (4/5/2021) malam.
Keracunan diduga setelah makan ikan pindang atau cue (bahasa setempat). Korban ada orang dewasa dan anak-anak. (*)
Sumber: TribunJabar.id

You may like

Warga Desa Terharu, PLN Hadir Membantu Pasca Banjir Bandang di Kabupaten Sukabumi

PLN All Out Pulihkan Kelistrikan di Jampang Kulon Meski Akses Jalan Terputus

Kisah Pejuang Listrik yang Tetap Bertugas Meski Rumahnya Tertimbun Longsor

326 Petugas PLN UID Jabar “All Out” Pulihkan Kelistrikan di Sukabumi dan Cianjur

PLN UP3 Karawang Bantu Percepatan Pemulihan Kelistrikan Pasca Bencana di Sukabumi

Pelajar SMP di Sukabumi Tewas Dianiaya Dengan Senjata Tajam
Pos-pos Terbaru
- Gagalkan Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok dari Luar
- Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Pelaku Curanmor, Terungkap dari Jejak Penjualan Motor Curian di Facebook
- Bank BJB Karawang Berbagi Keberkahan Iduladha, Salurkan Sapi dan Domba untuk Masyarakat
- Wujud Kepedulian Sosial, Polres Karawang Gelar Jumat Berkah
- Dalih Antar Pulang Anak Mengaji, Pria diKarawang Tega Cabuli Bocah 5 Tahun







