Regional
Ketua Umum Sepetak Serukan Anggotanya Duduki Pemda dan PJT II
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Serikat Pekerja Tani Karawang atau yang dikenal SEPETAK akhirnya mempersiapkan diri untuk benar-benar turun kejalan. Rencana aksi ini merupakan buntut dari surat himbauan PJT II agar petani Pakisjaya tidak melakukan aktivitas tanam pada musim gadu tahun ini melalui suratnya tertanggal 18 April 2021 dengan nomor surat SD- /GM2.DOP4/UW/04/2021.
Reaksi keras SEPETAK akhirnya mengarah juga ke Pemda Karawang yang dinilai diam dalam kondisi tersebut.
Ketua Umum SEPETAK, Wahyudin mengaku dirinya akan melibatkan kaum tani dalam jumlah massa yang besar dan sudah menginstruksikan basisnya khususnya kecamatan Pakisjaya dalam aksi mendatang.
Wahyudin mengklaim tidak kurang dari 3.000 orang petani dari Pakisjaya yang tersebar di 7 desa.
“Meski diketahui sudah ada upaya dari PJT II untuk mengklarifikasi perihal surat dimaksud dengan mendatangi kediaman sekjend SEPETAK, namun hal tersebut tidak mengendurkan upaya SEPETAK untuk melancarkan aksi massa,” tegasnya.
Sekjend SEPETAK Engkos membenarkan bahwa Supervisor Sungai dan Irigasi, Yudi Irawan sudah menemui dirinya untuk mewakili Ketua Umum. Dikatakan Engkos bahwa Yudi Irawan menemuinya dalam rangka klarifikasi surat yang diduga menjadi pemicu kemarahan SEPETAK.
Dalam pertemuan tersebut Yudi menyampaikan bahwa PJT II tidak bermaksud menghimbau para petani untuk tidak menanam dimusim gadu tapi menghimbau agar bagaimana caranya petani di golongan air paling ujung itu bisa bertanam secara serentak. Atas klarifikasi itu, Engkos sendiri tidak bisa menerima begitu saja. Pasalnya, menurut Engkos surat PJT II itu bunyinya sangat jelas, yaitu himbauan untuk tidak menanam di musim gadu.
Engkos pun menekankan kepada pegawai PJT II itu agar tidak untuk main-main dengan nasib puluhan ribu rakyat Pakisjaya. PJT II mesti membenahi diri serta jangan sesekali bertindak gegabah yang dapat merugikan kaum tani.
Lalu pada kesempatan itu di hadapan Engkos, atas nama PJT II, Yudi meminta maaf kepada SEPETAK atas kekeliruan surat yang dibuatnya sehingga berbuntut panjang. Yudi juga berjanji pihaknya akan melakukan komunikasi dengan UPTD Dinas Pertanian dan perwakilan petani anggota SEPETAK Pakisjaya.
Ditempat terpisah Ketua Umum SEPETAK Wahyudin mengaku sudah menerima laporan dari sekjend perihal pertemuannya dengan Yudi. Selanjutnya Wahyudin menegaskan bila pihaknya tidak akan mudah percaya dengan klarifikasi PJT II melalui lisan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan seperti yang dilakukan oleh Yudi.
“Bagi kami, surat PJT II itu sudah sangat jelas dan tegas isinya. Surat itulah yang menjadi acuan kami, bukan lisan, dan karena itu pula kami akan lawan sekeras-kerasnya PJT II dengan cara mengontrognya bersama ribuan petani anggota SEPETAK,” ungkap Wahyudin.
Saat ditanya kesiapan aksi, Wahyudin memastikan pihaknya sedang melakukan konsolidasi persiapan aksi yang rencananya akan dilancarkan pada tanggal 3 Mei mendatang.
“Resiko apapun yang mungkin terjadi saat menggelar aksi, saya sebagai Ketua Umum akan bertanggung jawab sepenuhnya” Pungkas Wahyudin. (*)


You may like

Yonif 305/Tengkorak Gelar Nobar Semifinal II Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Prajurit

Komisi I DPRD Karawang Bahas Penguatan Pengawasan Perizinan THM, Dorong Pembentukan Satgas Perizinan

Kompak! Kades hingga Linmas di Amansari Karawang Gotong Royong Bangun Rumah Warga yang Nyaris Roboh

Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional

Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga
Pos-pos Terbaru
- Yonif 305/Tengkorak Gelar Nobar Semifinal II Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Prajurit
- Komisi I DPRD Karawang Bahas Penguatan Pengawasan Perizinan THM, Dorong Pembentukan Satgas Perizinan
- Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Menjadi 600 Pohon untuk Selamatkan Habitat Elang Jawa
- Kompak! Kades hingga Linmas di Amansari Karawang Gotong Royong Bangun Rumah Warga yang Nyaris Roboh
- Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan






