Regional
Karawang Tempo Doeloe Ajak Masyarakat Lestarikan Warisan Budaya Jaman Dulu
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Sejumlah penggiat dan penggemar sejarah lokal Karawang menggelar acara Kopdar atau Kopi Darat pada Rabu (19/7/2023).
Dalam acara yang bertempat di Das Kopi tersebut, hadir masyarakat dari berbagai latar belakang seperti dosen, guru, seniman, budayawan, tokoh pemuda dan perwakilan komunitas.
Ketua Karawang Heritage yang merupakan salah satu koordinator acara, Asep R Sundapura mengatakan bahwa acara kopdar merupakan bagian dari agenda silaturahmi untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya lokal.
“Kopdar ini diinisiasi oleh Grup Facebook Karawang Tempo Doeloe yang merupakan lini digital Komunitas Karawang Heritage. Tujuan kita adalah untuk menjalin komunikasi lebih intens diantara para penggiat sejarah dan riwayat Karawang. Dan kebetulan orang-orang itu banyak berkumpul di grup Facebook Karawang Tempo Doeloe,” katanya.
Di acara ini kita sharing tentang bagaimana merawat dan melestarikan khazanah Karawang Tempo Doeloe, baik seni budaya, sejarah ataupun pelestarian bangunan cagar budaya. Dan alhamdulillah, respon yang hadir cukup positif dan melahirkan beberapa kesepakatan tentang pengembangan dimensi Karawang Jaman Dulu ke depannya,” lanjut Asep.
Menurutnya, khazanah Karawang pada jaman dulu memiliki banyak produk dan nilai yang menarik untuk dikenalkan pada generasi masa kini.
“Banyak produk budaya dari kehidupan masyarakat Karawang Tempo Dulu yang sangat menarik dan menjadi potensi daerah, tapi sayangnya sudah mulai dilupakan. Karawang Heritage melalui kanal digital Karawang Tempo Doeloe mengajak partisipasi masyarakat untuk menggali kembali memori lama dan mengenalkannya secara digital. Kalau kita lihat di grup FB Karawang Tempo Doleo banyak sekali masyarakat yang posting poto-poto lama tentang Karawang. Banyak juga yang posting tentang seni, budaya dan sejarah lokal sehingga warisan Karawang Jaman Dulu bisa lebih dikenal secara luas,” katanya.
Sementara itu Dr Suntoko, pengajar Universitas Singaperbangsa Karawang mengungkapkan bahwa kegiatan Kopdar Tempo Doeloe memiliki banyak nilai positif.
“Kegiatan ini bukan hanya membangun kebersamaan diantara orang-orang yang peduli sejarah lokal, tapi juga membuka ruang-ruang pengembangan daerah ke depannya. Karena melalui kegiatan seperti ini memicu lahirnya ide-ide menarik seperti misalnya kerjasama penggalian warisan budaya lokal seperti tradisi lisan, cerita rakyat, bangunan sejarah dan inovasi produk-produk lokal berbasis budaya,” ujarnya.
Ditambahkannya, bahwa melalui Komunitas lokal seperti Karawang Heritage dan Karawang Tempo Doeloe, dirinya dan juga para mahasiswa banyak dikenalkan dengan khazanah Karawang sehingga mempermudah berbagai aktifitas penelitian. (red)

You may like

12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Singaperbangsa Karawang

Lapas Karawang Gelar Apel Ikrar Bebas Narkoba, Pungli Dan HP Sekaligus Penyematan Kenaikan Pangkat

Kasus Kematian Balita di Karawang Didalami, Polisi Siapkan Ekshumasi dan Periksa Saksi

AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu

Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama

Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi
Pos-pos Terbaru
- 12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Singaperbangsa Karawang
- Lapas Karawang Gelar Apel Ikrar Bebas Narkoba, Pungli Dan HP Sekaligus Penyematan Kenaikan Pangkat
- Kasus Kematian Balita di Karawang Didalami, Polisi Siapkan Ekshumasi dan Periksa Saksi
- GEGAP GEMPITA! KORMI Palembang “Guncang” Launching Car Free Night ATMO, Aksi Engrang dan Sorak Memukau Ribuan Warga
- AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu







