Connect with us

Nasional

Jokowi Intruksikan Jajarannya Untuk Penanganan Gempa Cianjur

Published

on

INFOKA.ID – Presiden Joko Widodo meninjau para korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022) pukul 11.25 WIB.

Presiden ingin memastikan bantuan logistik, seperti makanan, minuman, obat-obatan, sembako, dan bantuan lainnya, bisa tersalurkan dengan baik dan tidak mengalami hambatan dalam pengiriman.

Selain itu, Jokowi juga menggelar rapat daruat di lokasi pengungsian korban terdampak gempa di Taman Prawatasari, Kabupaten Cianjur.

Dalam rapat mendadak itu, Jokowi mengintruksikan kepada jajarannya, terutama yang bersinggungan langsung dengan pemulihan kerugian atas korban.

Dalam rapat tersebut, Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk segera membuka daerah terisolasi.

“Ada beberapa daerah yang masih terisolasi, kami berusaha buka,” ujar dia, Selasa (22/11/2022).

Selain itu, Jokowi juga menginstruksikan agar jajarannya segera memperbaiki infrastruktur fasilitas umum maupun rumah warga yang terdampak gempa. Upaya tersebut dilakukan setelah keadaan aman dan tenang.

“Kemudian kalau (situasi) sudah tenang, (gempa susulan) reda, langsung dimulai saja (perbaikan infrastruktur),” ucap Jokowi.

Di luar perbaikan infrastruktur, Jokowi meminta jajarannya untuk memprioritaskan pembangunan tenda rawat darurat bagi para pasien.

Kendati terdapat rumah sakit yang sudah diperuntukkan bagi korban gempa, titah ini diberikan Jokowi lantaran para korban terus bertambah, sehingga diperlukan banyak improvisasi di lapangan.

“Kalau untuk darurat, tendanya ditambah saja,” ujarnya.

Selain itu, Presiden juga memastikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak gempa bumi.

Bantuan tersebut terdiri atas Rp 50 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, Rp 25 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan sedang, dan Rp 10 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan.

“Tetapi yang paling penting adalah pembangunan rumah-rumah yang terkena gempa bumi ini diwajibkan untuk memakai standar-standar bangunan yang anti gempa oleh Menteri PUPR. Karena tadi disampaikan oleh BMKG bahwa gempa ini adalah gempa 20 tahunan, sehingga pembangunan rumahnya kita arahkan untuk rumah yang anti gempa,” ujar Presiden.

Adapun dalam rapat tersebut, ikut hadir Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Bupati Cianjur Herman Suherman.

Selain itu, telah hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana, Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen Kunto Arief Wibowo. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement