Connect with us

Regional

Jelang H-5 Idul Adha, Ada 800 Ekor Sapi di Subang yang Terpapar PMK

Published

on

INFOKA.ID – Sebanyak 800 ekor sapi di Subang diketahui terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang H-5 Idul Adha 1433 H.

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, ada 800 sapi terpapar PMK, bahkan 9 ekor di antaranya mati.

“Dari yang terpapar, ada sekitar 200 yang sudah sembuh, sementara yang mati 9 ekor dan ada puluhan sapi yang dipotong paksa karena takut mati,” Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, Bambang Suhendar dilansir TribunJabar.id, Selasa (5/7/2022).

Ia mengatakan, sapi yang terkena wabah PMK tersebar di 9 kecamatan tempat kantong peternakan sapi di Kabupaten Subang, seperti di Purwadadi, Pabuaran, Jalancagak, Cibogo, Cipeundeuy, Subang, Cijambe, Kalijati, dan Dawuan.

Menurutnya, untuk mencegah semakin meluasnya wabah PMK di Subang, Disnakeswan Subang sudah menggencarkan vaksinasi untuk sapi.

“Ada 5.500 vaksin yang sudah kami sebar ke beberapa peternak sapi potong maupun sapi perah, guna mencegah semakin meluasnya penyebaran PMK di Subang,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Subang bersama TNI-POLRI juga memperketat pengawasan untuk masuknya hewan atau sapi dari luar Subang.

“Kami bersama TNI-Polri juga terus mengawasi ketat masuknya hewan ternak ke Subang, untuk mencegah PMK,” ucapnya.

Sekalipun wabah PMK meningkat, namun tak mempengaruhi persediaan hewan kurban di Subang.

“Untuk stok hewan kurban masih aman tak terpengaruhi wabah PMK, setiap tahunnya rata-rata hewan kurban yang dipotong di Subang mencapai 5.000 ekor,” ucapnya.

Ia juga mengimbau agar warga Subang tak khawatir terkait mengonsumsi daging sapi.

“Wabah PMK tidak berbahaya, daging sapi yang terkena PMK juga tidak berbahaya, asal dimasak dengan matang dengan suhu 90 derajat,” ujarnya. (*)

Sumber: TribunJabar.id

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. gralion torile

    8 Agustus 2022 at 14:46

    An interesting discussion is worth comment. I think that you should write more on this topic, it might not be a taboo subject but generally people are not enough to speak on such topics. To the next. Cheers

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement