Regional
Jawa Barat Hadapi Krisis Petani Muda
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Jawa Barat dihadapkan krisis petani muda akibat minimnya minat generasi saat ini menggarap sektor pertanian. Padahal, selama ini Jawa Barat menjadi penyokong sektor pertanian terbesar di Indonesia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Dyah Anugerah Kuswardani pada acara Webinar ‘Transformasi Pertanian Jawa Barat Bersama Petani Milenial yang Inovatif dan Kekinian; Peluang dan Tantangan’ menyatakan, meski dikenal sebagai negara agraris, namun jumlah petani di Indonesia, angkanya terus menurun.
Berdasarkan data Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) Agustus 2020, proporsi petani Jawa Barat paling banyak berada pada kelompok umur 45-49 tahun, yaitu sebanyak 36,30 persen.
Sementara, petani berusia 30-44 tahun hanya 24,06 persen. Apalagi jika dilihat menurut tingkat pendidikan, ternyata dari seluruh tenaga kerja di sektor pertanian tersebut, 81,32 persennya berpendidikan setara SD ke bawah.
“Krisis petani muda merupakan satu persoalan dari sekian banyak persoalan di sektor pertanian. Melansir penelitian dari LIPI tahun 2019, menurunnya minat pemuda terhadap petani disebabkan karena generasi muda melihat profesi petani tidak menguntungkan dan tidak membanggakan,” kata Dyah, Kamis (7/10/2021), seperti dilansir dari iNews.id.
Menurut dia, pemuda desa lebih tertarik mencari pekerjaan di kota dan tidak kembali lagi ke desa.
Sehingga lahan-lahan pertanian di perdesaan kehilangan tenaga kerja muda, yang tersisa adalah petani dengan penduduk yang semakin menua. Masalah penuaan usia petani patut menjadi perhatian semua pihak.
“Jika kegiatan produksi pertanian hanya dilakukan oleh generasi tua, maka perlahan tapi pasti, jumlah petani akan semakin berkurang dari tahun ke tahun,” ujar dia.
Mandegnya regenerasi petani, juga akan tedampak pada sektor lainnya. Produksi pertanian diperkirakan akan ikut menurun, dan selanjutnya sangat dimungkinkan akan terjadi ketidakseimbangan antara ketersediaan produksi dengan kebutuhan konsumsi.
“Semakin menyusutnya jumlah petani yang produktif tidak saja mempengaruhi aspek ekonomi, tetapi juga bisa menimbulkan isu lingkungan,” tutur Dyah.
Menurut dia, lahan-lahan pertanian yang terlantar karena tidak ada lagi yang menggarap bisa berubah fungsi menjadi lahan perumahan, industri, dan infrastruktur lainnya. Lahan-lahan pertanian akan semakin menyusut dan muncullah permasalahan ketidakseimbangan lingkungan.
Namun, dengan daya dukung teknologi dan kemampuan berinovasi, masih ada harapan untuk menyelamatkan katahanan pangan Indonesia, dan Jawa Barat pada khususnya. Para generasi milenial perlu membuka matanya bahwa banyak contoh sukses para pelaku bisnis di sektor pertanian.
“Melalui webinar ini, diharapkan dapat mempertemukan BPS, pemerintah, pelaku usaha di sektor pertanian, untuk menunjukkan daya tarik pertanian bagi para millenial. Tujuannya menyosialisasikan pemanfaatan data yang dihasilkan BPS kepada masyarakat Indonesia dan Jawa Barat khususnya, memberikan gambaran partisipasi kaum milenial pada sektor pertanian, dan memberikan motivasikepada kaum milenial untuk berpartisipasi dalam menggerakkan sektor pertanian,” ucap dia. (*)

You may like

Angkat Hasil Bumi Bersama, Jajaran Polres Karawang Komit Jaga Ketahanan Pangan

Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait Kawal Penyiapan Lahan Produktif di Wilayah Karawang

Laporan Kakak Korban Berbuah Cepat,Satres PPA dan PPO Polres Karawang Tangkap Ayah Diduga Perkosa Anak Kandung

Perkuat Kesadaran Pajak, Bapenda Karawang dan Fakultas Hukum UNSIKA Sosialisasikan Opsen PKB-BBNKB

Respons Cepat Aduan Warga yang Viral,Sipropam Polres Karawang Periksa 7 Saksi Terkait Dugaan Pelanggaran Etik Brigadir
RM

Jumat Berkah Tanpa Henti, Kapolres Karawang Hadirkan Kepedulian di Tengah Masyarakat
Pos-pos Terbaru
- Aksi Nyata di Lapangan, Polres Karawang Tanam Benih Serentak demi Swasembada Pangan
- Sinergi Lintas Sektor, Polres Karawang Sukses Gelar Penanaman Jagung Serentak
- Pose Komando Bersama, Polres Karawang Tegaskan Komitmen Amankan Swasembada Pangan
- Panen Raya Jagung, Jajaran Polres Karawang Buktikan Keberhasilan Program Ketahanan Pangan
- Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Polres Karawang Akselerasi Swasembada Pangan







