Connect with us

Regional

Januari Hingga Juni 2022, Dinkes Subang Catat 80 Kasus DBD, 4 Diantaranya Meninggal

Published

on

INFOKA.ID – Sejak awal tahun 2022, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mencatat sebanyak 80 warga di Kabupaten Subang terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Empat orang meninggal dunia akibat penyakit DBD tersebut.

Kepala Dinkes Kabupaten Subang dr Maxi mengungkapkan, dari data tahun 2021 lalu, jumlah kasus DBD sebanyak 241 kasus, atau sekitar 120 kasus per enam bulan. Artinya, kasus enam bulan di tahun ini dibandingkan tahun lalu kasus DBD menurun sekitar 30 persen.

“Kasus demam berdarah memang sudah menurun drastis,” kata Maxi, Sabtu (18/06/2022).

Turunnya kasus DBD juga ditandai dengan menurunnya permohonan fogging (pengasapan) dari masyarakat atau desa.

“Kalau dulu, hampir setiap hari kita ada fogging, saat ini permintaan fogging juga menurun,” katanya.

Maxi menambahkan, kasus DBD ini merupakan penyakit endemis. Jadi setiap tahunnya pasti selalu ada, namun tidak sampai melonjak seperti tahun 2014.

“Kita pernah di tahun 2014 itu dengan 1400 kasus, artinya setiap bulan ada tapi tidak terjadi lonjakan yang luar biasa kecuali siklus lima tahunan,” katanya.

Meskipun kasus menurun, Maxi meminta masyarakat tetap waspada, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Tetap melakukan gerakan 3 M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur atau mendaur ulang barang bekas, yang berpotensi menimbulkan genangan air.

“Tetap jaga kebersihan lingkungan, karena lingkungan kotor menjadi pemicu perkembangbiakan nyamuk, termasuk nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan DBD,” imbaunya.

Selain itu, Maxi juga menghimbau kepada masyarakat terkait sering terjadinya salah persepsi mengenai penjelasan antara demam berdarah dengue (DBD) dan demam dengue (DD) di kalangan masyarakat. (*)