Olahraga
Imbas Tragedi GBLA, Kemungkinan Sanksi yang Dihadapi Persib
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Imbas insiden meninggalnya dua Bobotoh di laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Grup C Piala Presiden 2022 membuat Maung Bandung terancam diberi sanksi oleh PSSI.
Atas kejadian itu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator turnamen Piala Presiden 2022 membeberkan kemungkinan sanksi buat Persib Bandung.
Adapun pertandingan Persebaya vs Persib Bandung itu digelar di Stadion GBLA, Kota Bandung pada Jumat 17 Juni 2022 malam WIB.
Dua orang bobotoh meninggal dunia diduga kehabisan nafas setelah berdesak-desakan masuk ke stadion akibat jumlah massa yang membeludak di area stadion.
Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita mengatakan Persib Bandung terancam menjalani laga tanpa penonton. Selain itu, pertandingan yang dimainkan Persib bisa saja tidak dimainkan di Kota Bandung lagi.
“Bisa macam-macam. Bisa dipindahkan, bisa tanpa penonton, kami ikut rekomendasi kepolisian,” ujar Lukita, Sabtu (18/6/2022).
Ia menjelaskan saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dan menunggu hasil rekomendasi dari kepolisian. Lukita menyatakan apapun yang jadi rekomendasi kepolisian OC Piala Presiden siap mengikuti.
“Kami ikut rekomendasi kepolisian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lukita mengatakan, Persib juga terancam mendapat sanksi dari komite disiplin (komdis). Saat ini Komdis mempelajari tragedi nahas tersebut.
Meski demikian, ujar Lukita, penyelenggaraan Piala Presiden diharapkan tetap berjalan sesuai jadwal dan menjadi bahan evaluasi sebelum kick-off Liga 1 musim 2022-2023.
Maka dari itu, pihak LIB akan tetap berkomunikasi dan berkoordinasi semaksimal mungkin.
“Jangan sampai malah Liga 1 tidak diizinkan,” ujar Lukita.
Sementara itu, Komite disiplin (Komdis) PSSI memastikan bahwa peristiwa berdesak-desakan penonton hingga menimbulkan dua korban jiwa saat pertandingan Persebaya vs Persib Bandung akan diinvestigasi.
Dua bobotoh yang meninggal dunia diketahui bernama Ahmad Solihin asal Cibaduyut, Kota Bandung dan Sopiana Yusuf warga Kota Bogor.
Ketua Komite Disiplin PSSI, Erwin mengatakan bahwa pihaknya akan menginvestigasi peristiwa maut tersebut.
Menurut Erwin, pihak kepolisian telah menetapkan kapasitas maksimal yaitu sebanyak 15 ribu penonton. Namun ia menduga jumlah penonton yang datang lebih dari itu.
“Kalau kita melihat stadion yang penuh, amat mungkin itu over capacity,” ujarnya.
Imbas tragedi yang merenggut nyawa 2 bobotoh itu, panitia pelaksanaan akan dievaluasi terkait kesalahan yang terjadi di lapangan.
“Lalu di mana kesalahannya? Apakah panitia mencetak tiket tidak sesuai dengan regulasi, atau panpel yang tidak siap? Kami akan mendalami semuanya,” katanya.
“PSSI akan mendukung sepenuhnya investigasi yang dilakukan pihak kepolisian. Nantinya jika semua sudah terjawab penyebab semua ini, kami akan membuka hasilnya ke publik,” ujar Erwin memungkasi. (*)
Sumber: Berbagai sumber


You may like

Polres Karawang Imbau Suporter Persib dan Persija Nobar, diharapkan agar tidak melaksanakan konvoi

Dewa United vs Persib Bandung Berakhir Imbang 2-2

Kalahkan Persib, Persis Solo Lolos Ke Semi Final Piala Presiden 2024

Kalahkan Persib, Borneo FC Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2024

Hasil Piala Presiden 2024: Persib dan Borneo FC Raih Kemenangan

Bobotoh Asal Karawang Tunaikan Nazar Gratiskan 1000 Tusuk Telur Gulung Dagangannya Usai Persib Juara Liga 1
Pos-pos Terbaru
- Tim SAR Temukan Jasad Diduga ODGJ yang Tenggelam di Jembatan BTT Karawang
- Sambut Laga PSM kontra Persib, Kapolres Karawang ajak Suporter jaga kondusivitas dan hindari euforia berlebihan
- Sinergi Ketahanan Pangan, Polres Karawang Gelar Panen Raya Jagung Bersama Petani Pangkalan
- Berkedok Warung Sembako dan Konter Pulsa, Jaringan Obat Keras di Karawang Digulung Polisi, 16.590 Butir Disita!
- Kapolres Karawang Sambangi Jemaah Masjid Baitul Falihin Demi Jaga Kamtimbas di wilayah hukum Polres Karawang






