Connect with us

Regional

Hasil Seleksi Balon Pilkades Jatiwangi Dicurigai Syarat Kecurangan

Published

on

INFOKA.ID – Laporan hasil seleksi dari Panitia penyelenggara Pilkades terhadap seluruh bakal calon kepala Desa Jatiwangi, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, diyakini beberapa nama sesepuh warga setempat cukup berpotensi menjadi percikan api penyulut adanya ketegangan hingga kericuhan antar kubu pendukung berbeda. Apalagi, antara satu kubu dengan kubu pendukung bakal calon kepala desa lainnya mulai tumbuh rasa kecurigaan terhadap laporan hasil seleksi belakangan muncul versi berbeda oleh Panitia penyelenggara Pilkades makin memperkeruh situasi keamanan di Desa Jatiwangi sehingga makin menyita perhatian publik

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun oleh team redaksi, sinyal ancaman terhadap kondusifitas keamanan makin terasa sangat kuat dalam proses pelaksanaan Pilkades Desa Jatiwangi sejak munculnya keputusan berbeda sesuai laporan Panitia penyelenggara Pilkades (panitia 11) dianggap bisa menjadi alasan yang memicu terhentinya langkah kaki satu bakal calon kepala desa.

Adalah Abdul Wahid, balon kades petahana yang diputuskan tidak memenuhi syarat (TMS) karena dinyatakan positif konsumsi narkoba berdasarkan hasil tes urine yang digelar oleh BNNK pada Selasa, 12 Januari 2021.

Keputusan hasil tes ini dianggap janggal karena sebelumnya Abdul Wahid sempat dinyatakan negtif narkotika oleh BNNK, berdasarkan hasil tes pada 22 Desember 2020. Artinya, ada dua surat yang sudah dikeluarkan BNNK untuk Abdul Wahid dengan hasil negatif dan positif.

Dugaan kecurangan lain yaitu adanya dua surat keterangan berbeda yang dikeluarkan oleh panitia 11 Desa Jatiwangi. Surat pertama menyatakan bahwa semua bakal calon dinyatakan lolos dan surat kedua menyatakan dua balon lolos dan satu tidak.

Menurut Abdul Wahid, kejanggalan lain yaitu surat putusan yang dikeluarkan Setda yang dinilai tidak mendasar dan terkesan dipaksakan.

Dia curiga, ada upaya untuk memaksakan kehendak agar dirinya gagal maju jadi calon kepala desa Jatiwangi.

Wahid menduga, ada pihak yang sengaja bermain dalam proses tahapan pilkades Jatiwangi tersebut.

Sementara itu, media ini sudah berusaha mengklarifikasi masalah ini kepada pihak DPMPD dan Setda Karawang. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan enggan memberikan penjelasan. (rls)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement