Regional
Hasil Ngencleng Jurnalis Akan Diberikan ke Bupati Karawang
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
“Aksi Kencleng ini buat simbol bahwa Karawang kudu keluar dari kemiskinan ekatrem. Bila perlu nanti hasilnya kita serahkan ke Bupati. Bisa saja simbolisnya kami nanti serahkan melalui sekda,”
KARAWANG – Ditengah pembahasan KUA PPAS 2022 Pemkab Karawang, diluar dugaan jurnalis di Kabupaten Karawang, tergabung dalam Forum Komunikasi Jurnalis (FJK), lakukan aksi Ngencleng meminta sumbangan untuk didonasikan kepada masyarakat miskin Karawang, Rabu 5 Oktober 2021.
Hal tersebut menyusul ditetapkannya Kabupaten Karawang sebagai salah satu wilayah di Jawa Barat yang masuk kedalam status memiliki penduduk miskin ekstrem tahun 2021.
Aksi Ngencleng ini didasari keperihatinan juga sebagai bentuk aksi protes terhadap Pemerintah Kabupaten Karawang yang dinilai tidak berpihak kepada rakyatnya.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi saat ini, disatu sisi pendapatan daerah yang cukup tinggi, adanya kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Mengapa tidak berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat,” ungkap Rudi, koordinator aksi.
Pemerintah Kabupaten Karawang juga dinilai arogan dan anti kritik terhadap pemberitaan media, kerap kali menggunakan kekuatan kekuasaannya untuk mengkanter pemberitaan yang dinilai menyinggung kepentingannya.
Sederet permasalahan dari mulai anggaran Pemda yang fantastis, kasus bansos, korupsi gedung Universitas, korupsi Dinas Pertanian hingga kebijakan pembelian mobil dinas mewah.
Tak hanya itu, Forum Jurnalis Karawang pun mengkritisi sikap para Anggota Legislator yang seakan acuh terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di Kabupaten Karawang.
“Para anggota Dewan Karawang hanya berdiam diri, kami harapkan sikap kritis para legislator dalam menyikapi kebijakan yang tidak pro rakyat,” ujar Ujang Aditya.
Penggalangan dana ini akan di donasikan kepada warga Karawang yang tidak mampu, melalui Pemkab Karawang. Harapannya, aksi ini mendorong eksekutif dan yudikatif di Karawang lebih peka dalam melakukan perencanaan anggaran terhadap pos pos belanja yang berpihak dalam pengentasan kemiskinan.
“Aksi Kencleng ini buat simbol bahwa Karawang kudu keluar dari kemiskinan ekatrem. Bila perlu nanti hasilnya kita serahkan ke Bupati. Bisa saja simbolisnya kami nanti serahkan melalui sekda,” ucap seorang jurnalis di lokasi Ngencleng.
“Momennya ini kan pas. Ini, eksekutif legislatif juga sedang bahas KUA PPAS 2022, jadi tidak ada alasan lagi tidak mendorong kebijakan anggaran pada pos rakyat secara langsung,” tambah dia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan ekstrem Indonesia mencapai 10,86 juta jiwa, atau sebanyak empat persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Kabupaten Karawang satu dari lima Kabupaten se Jawa Barat dengan total penduduk berstatus miskin ekstrem sebanyak 4,51 persen atau 106.780 jiwa. (red)


You may like

Tata Kelola Lingkungan Karawang Memprihatinkan, Ghazali Center Indonesia Ajukan Izin RTH ke BBWS Citarum

Pindah Lokasi Sementara, Imigrasi Karawang Pastikan Layanan Tetap Prima

Pupuk Kujang Kirim Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Karawang

Pemkab Karawang Perkenalkan Indentitas Visual “Karawang Motekar”

Imigrasi Karawang Gelar Pasporia di Purwakarta, Layani Urus Paspor di Akhir Pekan

Perkuat Ekonomi Sirkular, Pindo Deli Karawang Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah dari Masyarakat hingga Industri
Pos-pos Terbaru
- Tata Kelola Lingkungan Karawang Memprihatinkan, Ghazali Center Indonesia Ajukan Izin RTH ke BBWS Citarum
- Pindah Lokasi Sementara, Imigrasi Karawang Pastikan Layanan Tetap Prima
- Pupuk Kujang Kirim Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Karawang
- Pemkab Karawang Perkenalkan Indentitas Visual “Karawang Motekar”
- Imigrasi Karawang Gelar Pasporia di Purwakarta, Layani Urus Paspor di Akhir Pekan






